Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara pelepasan dan penamaan kapal FPU Jangkrik di Saipem Karimun Yard, Tanjung Balai, Kepulauan Riau, Selasa (21/3).

Tanjung Balai, Petrominer – Produksi gas nasional akan naik hingga 7 persen mulai pertengahan tahun 2017 ini. Tambahan itu berasal dari Lapangan Jangkrik yang dioperasikan oleh Eni setelah Floating Production Unit (FPU) mulai memproses gas dari sumur-sumur gas di lapangan migas tersebut.

“Kapal FPU Jangkrik ini dirancang untuk pengolahan gas dengan kapasitas hingga 450 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Produksi gas dari lapangan Jangkrik tersebut akan menambah enam hingga tujuh persen produksi gas bumi Indonesia yang ada saat ini,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dalam acara pelepasan dan penamaan kapal FPU Jangkrik di Saipem Karimun Yard, Tanjung Balai, Kepulauan Riau, Selasa (21/3).

FPU Jangkrik berukuran 46 x 192 meter atau 80 persen lapangan sepakbola. Ini menjadi FPU terbesar yang beroperasi Indonesia saat ini, serta paling besar yang pernah dibangun dan dirakit di Indonesia. FPU ini rencananya akan mulai dioperasikan bulan Mei 2017.

Menurut Jonan, kapasitasnya bisa dinaikan menjadi 800 mmscfd jika Proyek IDD yang digarap Chevron mulai berproduksi.

Dalam kesempatan ini, dia kembali mengingatkan pentingnya efisiensi besar-besaran di industri hulu migas. Hal ini tidak lain karena harga minyak maupun harga gas tidak dapat ditentukan sendiri, namun akan mengikuti pasar global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here