Jakarta, Petrominer – Presiden Joko Widodo mengatakan dua kunci utama dalam mendorong perekonomian dalam negeri adalah hilirisasi industri dan transisi energi hijau. PT PLN (Persero) telah menyatakan siap memasok listrik yang handal untuk menjawab tantangan ini.
“Saya sudah minta strategi hilirisasi ini harus dibuat sebuah ekosistem besar yang didukung oleh energi hijau yang murah. Ini akan menjadi produk premium kita. Kita akan bersaing dengan negara-negara lain,” ungkap Presiden Jokowi dalam sambutannya di pada acara Outlook Perekonomian Indonesia Tahun 2023, Rabu (21/12).
Menurutnya, hilirisasi industri menjadi kunci pertumbuhan ekonomi karena memberikan nilai tambah pada produk dalam negeri. Hal ini perlu didukung dengan pasokan energi hijau yang murah untuk menciptakan ekosistem industri yang kuat.
Presiden mencontohkan hilirisasi industri dengan dukungan energi hijau yang berlangsung di Maluku Utara dan Sulawesi mampu mendorong perekonomian daerah tersebut. Pertumbuhan ekonominya Maluku Utara tumbuh hingga 27 persen dan Sulawesi 8,24 persen secara umum.
“Kalau semua provinsi melakukan hilirisasi-industrialisasi, inilah reformasi struktural riil yang ingin kita lakukan. Mengubah undang-undangnya di hulu, kemudian mengimplementasikannya di pelaksanaan,” tegasnya.
Presiden Jokowi mengaku yakin harga energi hijau ke depan akan semakin murah dan kompetitif dibandingkan energi fosil. Hal ini perlu terus didorong agar sinergi dengan sektor industri bisa terealisasi.
“Karena yang namanya hidro power mestinya, misalnya di Sungai Kayan, hitungan saya bisa mencapai harga Rp 2-4 sen per kWh, jauh di bawah batu bara. Kalau sungai yang lain juga kita lakukan hal yang sama, inilah sebenarnya kekuatan besar kita,” jelas Presiden.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa PLN siap menjalankan arahan Presiden Jokowi dalam program transisi energi hijau. Khususnya, untuk menyiapkan infrastruktur kelistrikan dalam menopang proyek hilirisasi industri yang akan berlangsung di berbagai daerah di Indonesia.
“Transisi energi menjadi harapan baru bagi perekonomian tahun depan. Sebab, dunia tengah berlomba mengurangi emisi dengan beralih ke energi yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan potensi lokal, ini menjadi ceruk bisnis baru di tahun depan,” ungkap Darmawan.
Menurutnya, untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2023, PLN akan terus berkolaborasi dan berkontribusi dengan pemerintah dalam menjadikan energi hijau sebagai penopang perekonomian.
“PLN akan menjadi bagian dari pemulihan ekonomi di tahun 2023. Bersama pemerintah, seluruh stakeholder, mitra dan seluruh masyarakat kami optimistis tahun depan bisa menjadi peluang pemulihan ekonomi,” ujar Darnawan.









Tinggalkan Balasan