Prabumulih, Petrominer — Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, telah dipilih sebagai kota percontohan di Indonesia yang menggunakan sumber daya setempat, yaitu gas. Tahun 2016 ini, akan dibangun jaringan gas (jargas) rumah tangga sampai 34.626 sambungan rumah tangga (SR).
Pembangunan jargas baru itu akan didanai dari APBN dan PT Pertamina (Persero). Dari 34.626 SR, sebanyak 32.000 SR berasal APBN tahun anggaran 2016 dan 2.626 SR merupakan pengembangan investasi Pertamina. Sebelumnya, kota Prabumulih sudah memiliki jargas sebanyak 4.650 SR yang dibangun sejak tahun 2012 dan bersumber dari anggaran APBN.
Selain itu, juga akan dibangun juga SPBG Online Station dengan kapasitas 1 million standard cubic feet per day (MMSCFD) senilai Rp 50,3 miliar yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2016.
“Dengan pembangunan jargas di tahun 2016 ini, lebih dari 93% penduduk kota Prabumulih tersambung dengan jaringan gas bumi dan akan menjadikan Prabumulih sebagai kota percontohan di Indonesia yang menggunakan sumber daya setempat, yaitu gas yang merupakan sumber energi bersih untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan industri di wilayah setempat,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, Senin (21/3).
Sudirman menjelaskan, program ini merupakan pelaksanaan dari pasal 20 ayat (3) Undang-Undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi, yang mengamanatkan daerah penghasil sumber energi mendapat prioritas untuk memperoleh energi dari sumber energi setempat.
Pembangunan infrastruktur Jargas dan SPBG merupakan upaya Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan umum dalam penyediaan energi yang murah, bersih, aman dan mudah pemakaiannya serta mengurangi beban subsidi BBM khususnya subsidi minyak tanah dan LPG, yang merupakan komponen subsidi terbesar. Pertamina sebagai BUMN juga diminta untuk lebih agresif mengkonversi gas untuk rumah tangga, transportasi dan industri.
“Jargas dan SPBG ini merupakan bukti komitmen yang sungguh-sungguh dari Pemerintah untuk mewujudkan diversifikasi dan konservasi energi melalui program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG),” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM juga meresmikan pembangunan infrastruktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) serta Ketenagalistrikan (Gatrik) di wilayah Sumatera Bagian Selatan yang pendanaannya bersumber dari APBN Tahun 2015.
Pada subsektor EBTKE telah dibangun Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Surya dengan total pembangunan sebanyak 23 unit berkapasitas 915 KWP, yang dapat melistriki 3.814 rumah. Di samping itu juga telah dibangun instalasi Biogas Komunal sebanyak 1 unit dan yang Skala Rumah Tangga sebanyak 70 unit serta 120 Tungku Hemat Energi. Total anggaran untuk membangun infrastruktur Subsektor EBTKE tersebut mencapai Rp 99,34 miliar.
Pembangunan infrastruktur Gatrik di Wilayah Sumatera Bagian Selatan yang bersumber dari dana APBN 2015, terutama adalah program Listrik Perdesaan. Infrastruktur tersebut dibangun di Provinsi Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung dengan total realisasi anggaran sebesar Rp 368.01 miliar. Program tersebut menghasilkan jaringan distribusi listrik sebanyak 983,52 kms untuk Jaringan Tegangan Menengah dan sebanyak 883,73 kms untuk Jaringan Tegangan Rendah. Sedangkan gardu distribusi yang telah dibangun sebanyak 35 MVA. Program infrastruktur Gatrik tersebut menghasilkan sambungan listrik gratis bagi 10.429 Rumah Tangga Sasaran (RTS), yang miskin atau rentan miskin.








Tinggalkan Balasan