Sumur eksplorasi KBD-2X di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan. (SKK Migas)

Jakarta, Petrominer – Pemerintah telah menyetujui Plan of Development (PoD) Pertama lapangan Kaliberau di Wilayah Kerja (WK) Sakakemang yang dikelola Repsol Indonesia. Dengan adanya persetujuan tersebut, realisasi Reserve Replacement Ratio (RRR) tahun 2020 mencapai angka 102 persen atau sebesar 705,2 MMBOE.

Persetujuan PoD tersebut, ditandatangani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, tertanggal, 29 Desember 2020. Melalui pengembangan lapangan tersebut, diproyeksikan akan ada penerimaan negara sebesar US$ 413 juta pada masa production sharing contract.

“Dengan adanya persetujuan dari pemerintah ini, maka Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diharapkan segera melaksanakan program kerja yang telah direncanakan agar produksi dapat segera direalisasikan,” kata Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Susana Kurniasih, Rabu (30/12).

Setelah persetujuan ini, menurut Susana, SKK Migas akan mengawal agar lapangan Kaliberau dapat segera diproduksikan. Percepatan mengubah reserve to production merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh SKK Migas sebagai upaya transformasi SKK Migas dalam mencapai target produksi.

PoD I lapangan Kaliberau disetujui dalam rangka memproduksikan cadangan gas sebesar 445,10 BSCF (gross) hingga akhir economic limit pada tahun 2038, atau 287,70 BSCF (sales gas) dengan laju produksi puncak sebesar 85 MMSCFD. Sementara kumulatif produksi kondensat mencapai 0,17 MMSTB dengan laju produksi puncak sebesar 34 BCPD.

Biaya investasi pengembangan lapangan tersebut diperkirakan mencapai US$ 282 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk re-entry sumur KBD-2XST1 menjadi sumur produksi; drilling dan completion 1 sumur infill sebagai sumur produksi, pembangunan wellpad facilities serta pembangunan sejumlah fasilitas pendukung produksi seperti flowline dari wellpad menuju eksisting Grissik Central Gas Plant (GCGP) di Blok Corridor, melalui sebagian Right of Way (ROW) di Blok Jambi Merang dan modifikasi peralatan eksisting dan pemasangan peralatan baru di GCGP.

Susana menyatakan, pengembangan lapangan Kaliberau diyakini akan memberikan manfaat, antara lain monetisasi lapangan gas yang dekat dengan infrastruktur jaringan distribusi gas eksisting sehingga dapat memenuhi kebutuhan gas domestik secara cepat dan tepat guna. Selain itu, pengembangan lapangan ini juga menambah produksi gas nasional dan memberikan multiplier effect baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

Blok Sakakemang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pada awalnya, Kontrak Kerja Sama blok Sakakemang ditandatangani antara BP Migas dan Cakra Nusa Darma Ltd. pada 18 Mei 2010 untuk jangka waktu 30 tahun dengan masa eksplorasi enam tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here