, ,

POD Komplek Gajah Besar Disetujui, Onstream Tahun Depan

Posted by

Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyetujui rencana pengembangan (plan of development/POD) komplek Gajah Besar. PT Pertamina EP telah menyiapkan investasi sekitar US$ 15,5 juta untuk proyek pengembangkan di lapangan Gajah Besar itu, yang terletak sekitar 55 km sebelah selatan Prabumulih, Sumatra Selatan.

Menurut Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara, persetujuan POD tersebut diberikan untuk merespon surat Pertamina EP Nomor 0126/PEP00000/2021-S0 tanggal 10 Agustus 2021 perihal Dokumen Final Permohonan Persetujuan POD Lapangan Komplek Gajah Besar Asset 2 Wilayah Kerja Pertamina EP.

“SKK Migas kini dapat memastikan proses evaluasi POD dilakukan dengan cepat. Usaha ini kami lakukan dengan harapan agar KKKS juga segera merealisasi kegiatan di lapangan, sehingga produksi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendukung peningkatan produksi di tahun-tahun mendatang,” ujar Benny, Minggu (29/8).

Investasi Gajah Besar akan digunakan untuk melakukan kegiatan pengeboran tiga sumur pengembangan, kerja ulang satu sumur dan pembangunan sistem perpipaan dari sumur-sumur produksi ke sistem kompresi Paku Gajah. Proyek pengembangan ini bertujuan memberikan tambahan produksi kumulatif gas sebesar 15,52 BSCF dan kondensat sebesar 100,5 MSTB.

Kegiatan produksi diharapkan dapat direalisasi pada tahun 2022, dan akan berlangsung hingga mencapai economic limit tahun 2031.

“Kami berharap proyek dapat onstream pada kuartal pertama tahun 2022. Pada tahap awal, produksi gas diperkiakan sebesar 2,29 MMSCFD, dan secara bertahap dtingkatkan menjadi 5,29 MMSCFD. Sedang untuk kondesat, pada tahap awal produksi berkisar 10 BCPD dan kemudian ditingkatkan secara bertahap menjadi 23 BCPD,” jelasnya.

Benny menyebutkan bahwa persetujuan POD lapangan Gajah Besar adalah salah satu dari 37 POD yang rencananya akan disetujui tahun 2021. Sampai kini, ada 15 POD yang telah disetujui dan memberikan tambahan cadangan migas sebesar 501 MMBOE.

“Dengan adanya penambahan cadangan sebesar itu maka Reserve Replacement Ratio (RRR) tahun 2020 telah mencapai 80 persen. Apabila persetujuan POD dapat direalisasikan sesuai target, maka RRR tahun 2021 akan lebih besar dari 100 persen,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *