Jakarta, Petrominer – Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata akan mulai kontruksi awal tahun 2021. PLTS ini, yang dibangun terapung di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, berkapasitas 145 megawatt (MW).
“PLTS Terapung kapasitas 145 MW AC ini akan dimulai konstruksinya pada awal 2021. Ini adalah PLTS Terapung pertama di Indonesia dan yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Zulkifli, Kamis (16/1).
Dalam proyek ini, anak usaha PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), PT PJB Investasi (PJBI), akan bekerjasama dengan Masdar, perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) yang dikenal sangat concern dengan renewable energy. Tentunya ini sejalan dengan semangat PLN untuk mendukung Perjanjian Internasional dalam menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen di tahun 2030 yang ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dalam Paris Agreement Tahun 2015. Diharapkan proyek ini dapat menjadi pioneer pengembangan PLTS Terapung yang dapat dikembangkan di waduk lain di wilayah Indonesia.
Kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) antara PLN dengan Konsorsium PJBI dan Masdar untuk PLTS Terapung Cirata ditandatangani di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (12/1). Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Zulkifli, CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, dan Direktur Utama PJBI Gunawan Yudhi Haryanto.
Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nasional (BKPM) Bahlil Lahadalia, Duta Besar Uni Emirat Arab Husin Bagis, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Direktur Utama PJB Iwan Agung Firstantara.








Tinggalkan Balasan