PLTS Sei Mangkei dibangun untuk menyuplai listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Jakarta, Petrominer – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sei Mangkei telah berhasil memenuhi target commercial operation date (COD) pada 24 Agustus 2021 lalu. Proyek kerjasama antara Pertamina NRE dan PTPN III ini dibangun untuk menyuplai listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

PLTS ground mounted dengan kapasitas 2 megawatt (MW) ini dapat memproduksi listrik hingga 1,6 GW dalam setahun dan berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 1.300 ton per tahunnya. Penurunan emisi tersebut setara dengan penyerapan CO2 oleh 59 ribu pohon dewasa dalam setahun.

“Transisi menuju energi bersih yang dilakukan Pertamina sejalan dengan konsep green economic zone KEK Sei Mangkei. Kami percaya industri dapat memberikan kontribusi besar bagi upaya dekarbonisasi, yaitu melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih dan menurunkan emisi GRK dalam aktivitas bisnisnya,” ungkap Chief Executive Officer Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, Senin (11/10).

Realisasi PLTS ini sejalan dengan agresivitas Pertamina dalam melakukan transisi energi sesuai rencana jangka panjangnya. Sebagai bagian dari praktek environment, social, and governance (ESG), Pertamina memiliki kepedulian bersama masyarakat global untuk menghambat laju perubahan iklim. Pertamina mendukung upaya pemerintah mencapai penurunan emisi GRK sebesar pada tahun 2030. Pertamina juga menargetkan sebesar 17 persen energi bersih dalam portofolio bisnisnya di tahun 2030.

KEK Sei Mangkei merupakan KEK yang dikelola oleh PTPN III. Ini menjadi KEK pertama di Indonesia yang memiliki konsep green economic zone, yaitu mengutamakan pengembangan energi terbarukan, termasuk penggunaan energi untuk pembangkit listrik. Secara tradisional, kawasan industri merupakan penghasil emisi GRK dalam jumlah besar. Namun dengan konsep green economic zone, kegiatan industri di KEK Sei Mangkei diharapkan lebih ramah lingkungan.

Apalagi, PLTS bukan satu-satunya pembangkit listrik energi terbarukan di Kawasan Sei Mangkei. Awal tahun 2020 lalu, bersama dengan PTPN III Pertamina NRE juga telah menyelesaikan proyek pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW. Biogas yang digunakan berasal dari palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit. Bersama-sama, kedua pembangkit tersebut berpotensi menurunkan emisi karbon sebesar 71.300 ton per tahun.

KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri yang didesain khusus dengan konsep green economic zone di mana penggunaan energi bersih menjadi prioritas utama dalam pengembangan kedepannya. Komitmen dalam penggunaan energi bersih direalisasikan melalui pengembangan sumber-sumber listrik berbasis EBT antara lain pengembangan PLT Biomassa, PLT Biogas dan PLTS. Upaya-upaya tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai bauran EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025.

“Kami berharap kedepan KEK Sei Mangkei dapat menjadi salah satu contoh kawasan industri berwawasan lingkungan bagi kawasan industri lainnya,” ungkap Direktur Utama Holding PTPN III, Mohammad Abdul Ghani.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here