Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus meningkatkan komitmennya dalam mendorong perluasan program Energi Baru Terbarukan (EBT) di dalam bisnisnya. Hal ini sejalan dengan tren transisi energi dunia sekaligus tuntutan akan Carbon Credit dan implementasi ESG, yakni environmental (lingkungan), social (sosial), and good governance (tata kelola yang baik).
Melalui subholding Power and New & Renewable Energi (PNRE), Pertamina tengah membangun fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Jaringan pembangkit ramah lingkungan ini juga mencakup fasilitas pendukung Kilang Cilacap lainnya dengan total kapasitas mencapai 1,34 Mega Watt (MW).
“Kapasitas Power yang sedang dibangun ini akan mengurangi sekitar 13,5 persen energi dari penggunaan daya listrik eksisting, yakni bahan bakar fosil yang selama ini digunakan,” kata Pjs. SVP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman, Rabu (28/7).
Menurut Fajriyah, keseluruhan nilai proyek PLTS Kilang Cilacap ini sebesar US$ 1,3 Juta . Jaringan panel suryanya mencakup fasilitas pendukung kilang Cilacap yang juga akan dibangun di area Rumah Sakit Pertamina Cilacap (RSPC), Gelanggang Olah Raga Kilang Cilacap serta kawasan perumahan di Katilayu dan di Gunung Simping.
Proyek ini telah menyerap tenaga kerja lokal sekitar 67 persen dari total kebutuhan. Sementara secara kumulatif, penyerapan TKDN pada proyek ini mencapai 46,1 persen belum termasuk untuk pengadaan battery atau storage system.
“Kita berharap kehadiran PLTS di Kilang Cilacap ini akan menambah kesadaran dan kepedulian masyarakat sekitar area Kilang Cilacap terhadap energi bersih,” paparnya.
Lebih lanjut, Fajriah menyebutkan bahwa prioritas saat ini adalah implementasi EBT seluas-luasnya di wilayah kerja Pertamina, termasuk Kilang Cilacap. Namun ke depan, apabila PLTS ini telah beroperasi dan ada respons positif dari masyarakat sekitar yang berminat untuk ikut serta menggunakan PLTS di rumah masing-masing, tidak tertutup kemungkinan PNRE akan dapat berkontribusi dengan skema business to business (B2B).
Sebelumnya, sejumlah proyek PLTS telah diselesaikan oleh PNRE. Antara lain PLTS Badak berkapasitas 4 MW dan PLTS di sejumlah SPBU Pertamina dengan total kapasitas 260 KW. Sedangkan proyek PLTS yang sedang dibangun antara lain PLTS Kilang Dumai berkapasitas 2 MW dan PLTS di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei berkapasitas 2 MW.
Selain itu, Pertamina juga memiliki portofolio EBT lain, yaitu panasbumi dengan total kapasitas terpasang 672 MW, PLTBg (Pembangkit Listrik Bio Gas) Sei Mangkei dengan kapasitas 2 MW, dan PLTBg Kwala Sawit dan Pagar Merbau di Sumatera Utara dengan kapasitas 2 x 1 MW.








Tinggalkan Balasan