Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Muara Laboh di Solok Selatan, Sumatera Barat. (Supreme Energy)

Jakarta, Petrominer – PT Supreme Energy, melalui anak usahanya PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), mengumumkan mulai melakukan operasi komersial (commercial operation date/COD) Pembangkit Listrik Tenaga PanasBumi (PLTP) Tahap 1 Muara Laboh di Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin (16/12). Listrik dari pembangkit dengan kapasitas net 85 megawatt (MW) itu selanjutnya dipasok ke jaringan Sumatera Grid milik PT PLN (Persero) untuk distribusikan ke 340.000 rumah tangga.

Founder & Chairman Supreme Energy, Supramu Santosa, mengatakan, pihaknya memulai studi pendahuluan proyek pengembangan PLTP Muara Laboh pada tahun 2008. Dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) pada tahun 2012 dan segera memulai kegiatan eksplorasi.

“Total investasi untuk pengembangan tahap-1 ini mencapai US$ 580 juta,” ujar Supramu.

SEML merupakan usaha patungan antara Supreme Energy, ENGIE dari Perancis dan Sumitomo Corp dari Jepang. Saat ini, Supreme Energy juga dalam tahap pembicaraan dengan PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengembangan Tahap-2 dengan kapasitas 65 MW. Pengembangan ini membutuhkan investasi US$ 400 juta dan akan segera dimulai setelah negoisasi PPA selesai.

“COD Muara Laboh Tahap-1 dan rencana pengembangan Tahap-2 mewakili komitmen yang sangat kuat dari Supreme Energy dan mitra internasionalnya terhadap pengembangan energi panasbumi di Indonesia untuk mendukung Pemerintah Indonesia mencapai target bauran energi tahun 2025. Kami menghargai dukungan berkelanjutan dari Pemerintah, PLN dan masyarakat Solok Selatan khususnya selama eksplorasi dan pengembangan,” jelas  Supramu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa saat ini, Supreme Energy juga sedang membangun Proyek PLTP berkapasitas 90 MW di Sumatera Selatan. Proyek yang digarap oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) ini dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2020. Untuk menyelesaikan proyek ini, SERD akan berinvestasi sekitar US$ 700 juta.

Selain itu, melalui PT Supreme Energy Rajabasa (SERB), Supreme Energy juga sedang mempersiapkan program eksplorasi untuk Wilayah Kerja Gunung Rajabasa yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan eksplorasi akan dimulai segera setelah negoisasi perpanjangan PPA dengan PLN selesai.

SEML dan SERB adalah perusahaan patungan yang terdiri dari Supreme Energy, ENGIE dan Sumitomo Corp. Sedangkan SERD adalah perusahaan patungan dari Supreme Energy, ENGIE, Marubeni Corp dari Jepang dan Tohoku Electric Power of Japan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here