Toba Samosir, Petrominer – Masyarakat dua desa di Toba Samosir, Sumatera Utara, tampak bersuka cita setelah apa yang mereka tunggu-tunggu selama ini akhirnya datang juga. Pemerintah mewujudkan keinginan mereka tersebut dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Toba Samosir.

PLTMH berkapasitas 130 kilo Watt (kW) ini dapat menerangi 293 rumah di Desa Sipagabu dan Desa Liattondung Kecamatan Nassau, Toba Samosir. Masing-masing rumah mendapatkan daya sebesar 400 Watt. PLTMH ini dibangun dengan biaya yang bersumber dari APBN sebesar Rp 6,9 miliar.

Pembangkit listrik tersebut diresmikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, Senin (4/12). Peresmian tersebut dihadiri juga Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, KSU Mitra Keluarga, dan warga masyarakat setempat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana.

Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan energi yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia. “Pembangunan PLTMH ini merupakan salah satu usaha pemerintah untuk melakukan pemerataan energi di seluruh Indonesia,” ujar Rida.

Menurutnya, masih ada sekitar 2.519 desa dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote di NTT yang saat ini masih gelap gulita kalau malam. Ini menjadi tantangan bagi Pemerintah untuk merealisasikan pemerataan energi. Untuk itu, Pemerintah terus melakukan upaya menerangi desa-desa tersebut dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).

Selain pemerataan di sektor kelistrikan, Pemerintah juga melakukan pemerataan di sektor bahan bakar minyak yakni dengan program BBM Satu Harga yang sudah dilakukan di berbagai tempat.

Dalam kesempatan tersebut, Rida meminta masyarakat untuk memelihara PLTMH tersebut. Salah satu caranya adalah dengan aktif membayar iuran pemeliharaan serta menjaga lingkungan di sekitar PLTMH. Dengan begitu, bisa memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Keberadaan PLTMH ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Anak-anak bisa belajar di malam hari sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, listrik bisa digunakan untuk kegiatan produktif seperti mengoperasikan mesin jahit untuk membuat kerajinan daerah.

Kandungan Lokal

Sementara itu, Direktur Aneka Energi, EBTKE, Maritje Hutapea, mengatakan bahwa PLTMH tersebut telah sudah tersambung ke 293 rumah. Total dana pembangunan yang digunakan sebesar Rp 6,91 miliar yang berasal dari anggaran Kementerian ESDM.

“Bahkan, komponen PLTMH ini kandungan lokalnya mencapai 100 persen,” ungkap Maritje.

Perawatan PLTMH akan dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha Mitra Keluarga selama dua tahun ke depan. Iuran yang dikenakan sebesar Rp 75.000 per KK per bulan. Nantinya, perawatan PLTMH akan dikembalikan kepada masyarakat di mana pengelolaan dilakukan oleh BUMDes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here