PLTMG Sumbawa Perkuat Kehandalan Listrik NTB

0
705
Penekanan tombol sirene oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Muhammad Rasyidi, sebagai tanda dimulainya Proyek Pembangunan PLTMG Sumbawa 50 MW, Kamis (1/6).

Mataram, Petrominer — Sistem kelistrikan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan segera meningkatkan keandalan pasokannya. Ini menyusul hadirnya pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Sumbawa dengan kapasitas 50 Megawatt (MW).

Pembangkit listrik ini rencananya dibangun di Badas, Kabupaten Sumbawa. Ini merupakan bagian dari Program 35.000 MW yang diusung Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Groundbreaking proyek pembangunan pembangkit listrik ini telah dilakukan, Kamis (1/6). Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) PT PLN (Persero), Machnizon Masri.

PLTMG ini akan memperkuat sistem kelistrikan Sumbawa dan merupakan upaya percepatan peningkatan rasio elektrifikasi, serta pertumbuhan ekonomi NTB. “Listrik ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, oleh karena itu kita harus menyelesaikan proyek ini secara serius agar listriknya bisa segera dinikmati oleh masyarakat,” kata Machnizon.

Sistem kelistrikan di Provinsi NTB terdiri dari tiga sistem yang terpisah, yaitu Sistem Lombok, Sistem Sumbawa dan Sistem Bima. Sistem Sumbawa saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 50 MW dengan beban puncak sebesar 40 MW. Dengan tambahan 50 MW dari PLTMG Sumbawa, maka pasokan listrik di Sumbawa akan bertambah dua kali lipat.

“Jika Sumbawa dan Bima sudah interkoneksi dengan jaringan transmisi, listrik dari PLTMG Sumbawa ini juga bisa memperkuat kelistrikan Bima,” jelasnya.

Pembangunan PLTMG Sumbawa ini diperkirakan membutuhkan waktu selama 18 bulan agar dapat beroperasi. Pembangkit ini ditargetkan akan memperkuat Sistem Sumbawa pada Desember 2018.

“Ketersediaan listrik ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi di Sumbawa. Investor mau bangun industri atau hotel tidak perlu memikirkan bagaimana listriknya, PLN selalu siap,” ujar Machnizon.

Peletakan batu pertama Proyek Pembangunan PLTMG Sumbawa 50 MW, Kamis (1/6).

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Muhammad Rasyidi. Malahan, dia meyakini kehadiran PLTMG ini akan mendorong investasi di Sumbawa.

“Investor pasti masuk, dari pariwisata bisa bangun hotel. Saya yakin Sumbawa akan semakin maju, karena roda perekonomian akan semakin bergerak cepat,” kata M. Rasyidi.

Dengan masuknya PLTMG Sumbawa, rasio elektrifikasi di NTB diharapkan dapat meningkat dari 79,44 persen pada April 2017, menjadi di atas 95 persen pada akhir tahun 2019. Jika sudah operasi, listrik ini bisa digunakan untuk melistriki sekitar 110.000 kepala keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here