Makassar, Petrominer – Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Maiting Hulu-2 mulai beroperasi. Operasional pembangkit listrik berkapasitas 2×4 megawatt (MW) ikut mendongkrak bauran energi di sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan.
PLTM Maiting Hulu-2 adalah pembangkit listrik yang dibangun dan dioperasikan oleh produsen listrik swasta (independent power producer atau IPP), PT Brantas Prospek Energy. Pengoperasian pembangkit ramah lingkungan ini dapat melistriki 8.000 rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA).
Menurut General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Awaluddin Hafid, saat ini persentase pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dalam sistem kelistrikan PLN di Sulawesi bagian selatan sudah mencapai 38,8 persen di atas target rata-rata nasional.
“Pembangkit ini turut memperkuat sistem kelistrikan yang dikelola oleh PLN UIW Sulselrabar dengan memanfaatkan debit Sungai Maiting,” jelas Awaluddin, Senin (16/5).
Dia menjelaskan, energi hijau yang dihasilkan oleh PLTM Madong dikirim melalui jaringan tegangan menengah (JTM) 20 Kilo Volt (kV) sepanjang 31 kilometer sirkuit (kms) ke titik interkoneksi milik pembangkit swasta dan PLN di Gardu Hubung Kalimbuang dan Rantepao. Listrik kemudian dialirkan kepada pelanggan di Kabupaten Toraja Utara.
“Ke depannya, berdasarkan panduan RUPTL tahun 2021-2030, PLN UIW Sulselrabar akan membangun 12 PLTS di beberapa pulau di Provinsi Sulsel, Sultra dan Sulbar dengan kapasitas 17,61 MWp,” tutur Awaluddin.
PLN berkomitmen mendukung transisi ke energi terbarukan dan pembangkit ini juga berperan dalam salah satu pilar G20 pada tahun 2022, yakni pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif dengan sustainable energy transition yang menjadi isu prioritas.
Direktur Utama Brantas Energy, Firmansyah Ibnu Haryoso, menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
“Hal ini merupakan sinergi yang baik dan kami turut berbangga karena dapat mengambil andil dalam mewujudkan net zero emissions pada tahun 2060 di Indonesia,” kata Firmansyah.
PLN sebagai ujung tombak transisi energi di sektor kelistrikan terus berupaya menghadirkan energi bersih bagi masyarakat demi menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dalam mempercepat transisi energi di Tanah Air, PLN berkolaborasi dengan berbagai kalangan mulai dari pemerintah, BUMN, swasta hingga masyarakat.








Tinggalkan Balasan