Proyek PLTD Senayan berkapasitas 6 x 17 MW di Senayan, Jakarta Selatan.

Jakarta, Petrominer – Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero), Haryanto W.S., memperkenalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan dengan kapasitas 101 MW sebagai sumber listrik cadangan MRT. Pembangkit ini juga sekaligus bisa mensuplai pasokan kelistrikan Jakarta pada saat situasi darurat.

Rencananya, PLTD Senayan mulai dioperasikan bulan Oktober 2019 ini. Selanjutnya, pembangkit listrik ini akan stand by operasi sebagai back up emergency untuk MRT dan juga sebagai black starter power untuk unit Pembangkit Listrik di Muara Karang dan Tanjung Priok.

“Proyek pembangunan PLTD Senayan 101 MW sudah mencapai 94 persen, direncanakan sèlesai pada bulan Oktober 2019. PLTD ini disiapkan untuk menjadi blackstarter atau pembangkit quick start jika dibutuhkan dalam proses normalisasi hitungan menit,” ujar Haryanto usai mengunjungi PLTD Senayan, Kamis (8/8).

Dia juga menegaskan bahwa PLTD Senayan ini akan memperkuat backup kelistrikan MRT Jakarta. Selama ini, kebutuhan utama kelistrikan MRT berasal dari Gandul dan dibackup oleh Priok.

Seperti diketahui, hingga kini, MRT beroperasi dengan menggunakan dua sumber listrik yang berbeda sehingga apabila sumber pasokan listrik utama mengalami gangguan, maka akan secara otomatis beralih ke sumber cadangan. Namun selanjutnya apabila dua pasokan tersebut mengalami gangguan seperti yang terjadi hari Minggu (4/8), operasional MRT selanjutnya akan dipasok dari PLTD Senayan sebagai back up terakhir dan dapat beroperasi hingga 8 hingga 10 jam dengan bahan bakar diesel.

PLTD Senayan ini menggunakan bahan bakar B20 dengan campuran bahan nabati sebesar 20% dengan rasio 0,21 liter bahan bakar per kWh. Angka tersebut lebih efisien jika dibandingkan dengan generator yang rata-rata memikiki rasio 0,3 – 0,32 liter bahan bakar per kWh. Noise dari pembangkit ini juga telah direduksi sehingga tidak menimbulkan suara berlebihan. PLTD Senayan juga dipastikan telah mengikuti regulasi yang telah ditetapkan.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto WS (kiri) didampingi General Manager UID Jakarta Raya, M. Ikhsan Asaad (kanan) meninjau Proyek PLTD Senayan berkapasitas 6 x 17 MW di Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (7/8).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here