PLTP Kamojang Unit 1-3.

Jakarta, Petrominer – PLN menerbitkan Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC) untuk diberikan kepada para produsen listrik dengan sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Ini merupakan langkah strategis PLN untuk meningkatkan kapasitas pembangkit EBT.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, menjelaskan layanan REC hadir bagi pelanggan yang menginginkan pengakuan atas penggunaan listrik dari sumber EBT. REC ini selanjutnya dapat menjadi salah satu instrumen pengadaan untuk memenuhi target penggunaan EBT yang transparan.

“Berdasarkan data PLN, pada tahun 2019 sektor komersial dan industri mengkonsumsi 52 persen listrik yang diproduksi. Di sisi lain, beberapa pelaku di sektor tersebut memiliki permintaan yang semakin tinggi untuk energi terbarukan, sampai dengan 100 persen energi terbarukan,” ujar Zulkifli, Senin (2/11).

Dia menyebutkan bahwa penerbitan REC diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pembangkit EBT untuk memenuhi target bauran nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025, serta sebagai tanggung jawab PLN untuk menyediakan listrik bagi generasi saat ini dan mendatang. Komitmen ini hadir dalam semangat yang disebut sebagai Power Beyond Generations.

PLN percaya bahwa REC akan memenuhi kebutuhan dari sektor komersial dan industri. Salah satu dasarnya adalah munculnya inisiatif seperti RE100, yang beranggotakan lebih dari 250 perusahaan global yang memiliki pabrik dan mitra rantai pasokan mereka di Indonesia dan berkomitmen untuk menggunakan 100 persen EBT dalam beberapa tahun ke depan.

“Pada tahap awal, PLN telah mendaftarkan pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW dan berpotensi dapat menghasilkan REC sebanyak 993.000 per tahun,” ungkap Zulkifli.

Untuk memastikan produk REC mengikuti standar internasional dan bermutu tinggi, PLN bekerja sama dengan beberapa mitra, termasuk dengan penyedia sistem pelacakan (tracking system) dengan standar internasional, APX Inc. Selain itu, PLN juga bekerja sama dengan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA), suatu kemitraan inovatif publik-privat yang mempercepat transisi menuju energi bersih melalui penciptaan permintaan akan energi bersih dari sektor komersial dan industri, pembukaan akses terhadap pembiayaan energi bersih, serta bekerja dengan pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang dapat meningkatkan investasi dan ketersediaan energi bersih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here