
Jakarta, Petrominer — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menjalin kerja sama dengan PT Bank Mizuho Indonesia untuk memperluas akses pendanaan. Langkah strategis ini diharapkan bisa memperkuat fleksibilitas pembiayaan untuk mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang dalam pengembangan panas bumi.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Trade Facility Agreement yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (23/7). Kerja sama ini berupa fasilitas non-cash loan dengan plafon hingga US$ 75 juta yang diberikan tanpa agunan (clean basis). Skema ini mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap profil risiko dan kinerja keuangan PGE.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendanaan perusahaan sekaligus memperkuat fleksibilitas pembiayaan untuk mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang,” ujar Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hutabarat.
Fransetya menjelaskan, fasilitas tersebut merupakan fasilitas pinjaman dan trade tanpa komitmen (omnibus facility) yang mencakup fasilitas Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility). Kehadiran fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek panas bumi PGE.
Kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia ini turut memperkuat ekosistem pendanaan hijau PGE yang sebelumnya telah didukung berbagai sumber pembiayaan, termasuk instrumen pendanaan berkelanjutan dan kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan internasional. Hal ini kian memperkuat kontribusi PGE dalam mempercepat pengembangan panas bumi nasional sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada energi Indonesia memasuki abad kedua pengembangan panas bumi.
Sebagai world-leading geothermal producer sekaligus geothermal centre of excellence, PGE terus mengedepankan strategi pendanaan yang sehat dan prudent untuk memastikan keberlanjutan investasi pada proyek-proyek pengembangan panas bumi. Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan internasional, Perseroan memperkuat fondasi pendanaan guna mendukung target kapasitas terpasang yang dikelola mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.
Sementara Direktur Marketing Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, mengatakan kerja sama ini merupakan wujud komitmen Bank Mizuho Indonesia dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia. Kerja sama ini sekaligus memperkuat kolaborasi jangka panjang dengan PGE.
“Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ujar Heru.








Tinggalkan Balasan