Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) komitmen meningkatkan rasio elektrifikasi di Papua dan Papua Barat melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ini direalisasikan dengan ditandatanganinya kontrak PLTS di 151 lokasi dengan dengan Total Kapasitas sebesar 5.920 Kilo Watt Peak (KWP).

Penandatangan kontrak antara PLN dengan KOS Sky-Tritama dan Konsorsium Telkominfra- Pracom-Canadian Solar dilakukan di kantor pusat PLN, Senin (25/11). Kontrak tersebut menggunakan kontrak kesepakatan harga satuan (KHS) pengadaan dan pemasangan PLTS tersebar dengan range sebesar 10-150 KWP.

PLTS tersebut tersebar dalam beberapa zonasi yakni:

  1. Zona Timika
  2. Zona Merauke
  3. Zona Sorong
  4. Zona Jayapura

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh General Manager Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Ari Dartomo, dengan Direktur TML Energy, Widyatama Saptodewa, Direktur SKY Tritama, Hengky Loa, dan Direktur Utama Telkominfra, Bob Apriawan. Disaksikan oleh Direktur PLN Regional Maluku dan Papua, Ahmad Rofik.

Menurut Ahmad Rofik, kontrak ini menunjukkan keseriusan PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi Papua.

“Konsentrasi kami adalah bagaimana agar masyarakat di pedalaman Papua bisa segera menikmakti listrik dengan cepat. Mengingat kondisi geografis Papua yang cukup ekstrim sehingga dibutuhkan ketepatan dalam pemilihan jenis pembangkit, untuk itu kami memilih PLTS yang dibangun secara komunal sesuai dengan kebutuhan zonasi masing-masing,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here