, ,

PLN Suplai 140 MVA ke Smelter Nikel di Kalimantan Timur

Posted by

Balikpapan, Petrominer – PT PLN (Persero) siap memasok kebutuhan listrik di sektor industri, khususnya industri hilirisasi mineral (smelter) di Kalimantan Timur. Langkah ini untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menaikan nilai tambah.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur Kalimantan Utara (UIW Kaltimra), Saleh Siswanto, menjelaskan PLN akan memasok listrik sebesar 140 MVA ke perusahaan smelter nikel di Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN dengan PT Mitra Murni Perkasa selaku operator smelter tersebut telah ditandangani, Kamis lalu.

“Industri smelter merupakan salah satu proyek nasional untuk mendukung hilirisasi mineral, karenanya kami siap untuk memenuhi kebutuhan listrik para pengembang bisnis di Indonesia dengan kualitas andal dan harga yang kompetitif,” ujar Saleh, Rabu (6/7).

Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 telah menunjukkan adanya peningkatan permintaan listrik di Kalimantan Timur, terlebih ke depannya akan dibangun IKN yang menjadi epicentrum ekonomi baru di Indonesia. Bisnis dan industri pun diprediksi bakal semakin tumbuh.

“Dengan cikal bakal IKN yang menjadi sentra ekonomi baru, kami mengundang para investor agar tidak ragu dalam mengembangkan bisnisnya ke Kalimantan Timur. Anda fokus mengurus bisnisnya, kami yang urus listriknya,” ucapnya.

Optimisme PLN dalam melistriki bisnis dan industri di Kalimantan Timur bukanlah tanpa alasan. Saat ini, sistem kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan telah terhubung dengan jaringan transmisi interkoneksi 150kV. Daya Mampu Netto listrik mencapai 2.164 megawatt (MW), dengan Beban Puncak tertinggi 1.345 MW. Artinya, masih ada 800 MW surplus.

Ke depannya, menurut Saleh, untuk memperkuat sistem interkoneksi, akan dibangun jaringan interkoneksi looping jalur selatan yang melintasi Tarjun-Sei Durian-Tanah Grogot. Dengan begitu, sistem Kalimantan Timur dan Selatan akan terhubung secara lebih solid.

PLN juga akan memperbesar kapasitas pembangkit pada sistem interkoneksi Kalimantan Timur-Selatan-Tengah. Hingga tahun 2024, akan ada penambahan pembangkit dengan daya hingga 400 MW di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *