Jakarta, Petrominer – Pada tanggal 15 Mei 2018 (waktu New York) atau tanggal 16 Mei 2018 (waktu Jakarta),PT PLN (Persero) berhasil menerbitkan Global Bond senilai US$ 2 miliar. Obligasi Global tersebut diterbitkan dalam 2 tenor, yaitu senilai US$ 1 miliar dengan tenor 10 tahun dan US$ 1 miliar dengan tenor 30 tahun, dengan tingkat bunga masing-masing 5,45% dan 6,15%.
Menurut Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, tujuan penerbitan Global Bond kali ini adalah untuk proses liability management dan sekaligus debt reprofiling. Uang yang didapat dari penerbitan global bond tersebut digunakan untuk membeli kembali (buy back) atau melunasi secara dini beberapa Global Bond PLN yang telah ada (penerbitan tahun 2007 dan 2009 yang akan jatuh tempo pada Agustus 2019, Januari 2020 dan Juni 2037).
“Obligasi Global yang telah ada tersebut, dulu diterbitkan dengan tingkat bunga yang mahal yaitu masing-masing sebesar 8%, 7,75%, dan 7,875%,” ujar Made dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Kamis (24/5).
Dia juga menjelaskan bahwa proses penerbitan Global Bond dan pembelian kembali sebagian Global Bond lama tersebut dilakukan secara simultan sehingga praktis tidak ada uang yang keluar dari kas PLN. Selain itu, PLN sekaligus akan mendapatkan minimal dua manfaat, yaitu:
- Manajemen likuiditas (mengurangi refinancing risk) pada pertengahan tahun 2019 dan awal 2020, karena kewajiban pelunasan jatuh tempo sebesar US$ 750 juta (Global Bond due 2019) dan US$ 1,25 miliar (Global Bond due 2020) hampir seluruhnya sudah tidak ada, dan diganti dengan Global Bond baru yang baru akan jatuh tempo pada tahun 2028 dan 2048.
- Penghematan biaya bunga berjalan, karena obligasi lama dengan tingkat bunga 8%, 7,75%, dan 7,875% diganti dengan obligasi baru dengan tingkat bunga 5,45% dan 6,15%.
“Aksi korporasi PLN kali ini juga sekaligus mengurangi risiko adanya tingkat bunga yang lebih mahal di masa yang akan datang karena sudah hampir pasti bahwa Fed Fund Rate akan terus dinaikan pada tahun 2018 dan 2019,” tegas Made.
Proses settlement transaksi tersebut di atas telah terjadi pada tanggal 21 Mei 2018 dan Global Bond PLN terdaftar pada Singapore Stock Exchange (SGX).
“Keberhasilan PLN menerbitkan Global Bond tahun 2018 ini membuktikan bahwa di tengah gejolak pasar global, surat utang PLN tetap diminati oleh qualified investors sehingga orderbook mengalami oversubscribe sekitar 3,65 kali,” paparnya.








Tinggalkan Balasan