Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, dalam acara Rapat Koordinasi Kesiapan PLN Melistriki Industri Smelter yang digelar oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jum'at (20/12).

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) menyatakan siap mendukung industri besar, seperti smelter atau fasilitas pengolahan mineral hasil tambang. Ini dibuktikan dengan total kapasitas pembangkit yang dimiliki hingga Desember 2019 mencapai 61.000 megawatt (MW).

”PLN siap mendukung penuh perkembangan industri smelter di dalam negeri, kami berkomitmen untuk hadir membantu industri ketika dibutuhkan,” ujar Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, Jum’at (20/12).

Di hadapan para pengusaha smelter se-Indonesia, Sripeni menjelaskan bahwa berkat pembangunan megaproyek 35.000 MW dari Pemerintah, PLN hingga saat ini (Desember 2019) telah memiliki kapasitas listrik sebesar 61 ribu MW lebih di seluruh Indonesia. Ini, menjadikan salah satu faktor utama kesiapan PLN dalam mendukung industri terutama industri besar seperti smelter.

Menurutnya, selain berkontribusi mendukung peningkatan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan, Industri smelter juga berperan penting dalam meningkatkan konsumsi listrik per kapita. Karena itulah, PLN telah memastikan ketersediaan pasokan tenaga listrik untuk smelter dan memperhatikan keseimbangan antara pasokan tenaga listrik dan kebutuhan smelter.

“Kondisi sistem kelistrikan di Indonesia saat ini dalam kondisi surplus, sehingga dapat mendukung industri smelter. Selain itu hingga tahun 2028, PLN akan menambah kapasitas pembangkit sebesar 56.397 MW (termasuk program 35.000 MW) dan menambah jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms (kilometersirkit),” jelas Sripeni.

Dengan mempercayakan kebutuhan listrik industri smelter kepada PLN, paparnya, perusahaan smelter akan mendapatkan jaminan kehandalan energi listrik sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki. Kehandalan tersebut dapat dipasok melalui satu atau dua transmisi line, bahkan bila diperlukan terdapat pembangkit di dekat lokasi pelanggan. Sripeni memberi contoh wilayah Sulawesi Tenggara, di mana industri smelter berkembang dengan cepat sehingga PLN membangun tol listrik yang rampung pada Oktober 2019 lalu.

“Kami juga mohon komitmen dari bapak dan ibu pelaku industri smelter, mari kita sama-sama komit. Kapanpun, di manapun, berapapun, insya Allah PLN akan (melakukan) best effort untuk menyediakan listriknya,” ujarnya.

Untuk itu, ujar Sripeni, PLN siap bekerja sama membuat perjanjian, dan siap dipenalti bila listrik belum siap saat dibutuhkan. PLN berkomitmen akan memperbaiki proses bisnis, khususnya pengadaan barang dan jasa, sehingga lebih transparan.

“Kami juga berupaya semaksimal mungkin secara paralel untuk meningkatkan bauran energi primer kami dengan energi baru terbarukan. Dengan demikian diharapkan kita sama-sama mendapatkan komitmen green industry,” tegasnya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here