, ,

PLN Relokasi Pembangkit untuk Listriki Smelter Antam

Posted by

Jakarta, Petrominer – Di penghujung tahun 2022 lalu, PT PLN (Persero) mulai memasok listrik ke smelter feronikel milik PT Aneka Tambang, Tbk (Antam) di Halmahera, Maluku Utara. Kolaborasi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjadi salah satu wujud dukungan dalam hilirisasi industri nikel di tanah air.

Penyalaan perdana listrik untuk smelter ini dilakukan, Sabtu (31/12). Realisasi pasokan ini tergolong cepat. Pasalnya, PLN merelokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Dan Gas (PLTDG) dari Batanghari, Sumatera Selatan, ke Halmahera Timur.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, menjelaskan penyalaan tahap pertama dengan daya sebesar 15 megawatt (MW) ini adalah tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) yang disepakati kedua belah pihak pada Maret 2022. Selanjutnya pada Februari 2023, akan dinyalakan tahap kedua dengan daya 75 MW.

“Dalam hal ini kami ingin mendukung PT Antam all out karena sebagai sesama BUMN, PT Antam adalah saudaranya PLN,” ucap Darmawan, Rabu (4/1).

Untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik tahap pertama sebesar 15 MW tersebut, dalam waktu 9 bulan PLN berhasil mensinkronkan 1 mesin pembangkit sebesar 15 MW dari total 5 mesin pembangkit dari Sumatera Selatan sebesar 51 MW dan Jambi sebesar 60 MW yang direlokasi ke Halmahera Timur sehingga bisa mengoptimalkan pasokan listrik untuk smelter Antam.

“Kalau ini penyalaan pertama, maka akan ada penyalaan-penyalaan berikutnya. Kolaborasi Antam-PLN akan semakin erat dengan chemistry yang semakin baik dengan satu tujuan yaitu membangun Indonesia untuk semakin maju,” ungkapnya.

Menurut Darmawan, kerja sama ini juga menandakan sinergi antar BUMN untuk mendorong perekonomian nasional. Karena, Antam merupakan BUMN Holding Industri Pertambangan yang berfokus pada implementasi inisiatif strategis pengembangan berbasis hilirisasi. Inisiatif ini sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas produk tambang.

Karena itulah, PLN akan memastikan pasokan listrik untuk smelter feronikel Halmahera Timur ini cukup hingga jangka panjang. Pasalnya, kesiapan pasokan listrik akan menjadi landasan untuk sektor industri pertambangan nikel bisa cepat berkembang.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pengembangan Usaha Antam, Dolok Robert Silaban, mengatakan penyalaan listrik perdana ini merupakan langkah yang sangat penting untuk kesuksesan proyek pembangunan Smelter Feronikel di Halmahera Timur. Saat ini, Antam tengah berkonsentrasi dalam penyelesaian proyek pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur beserta dengan infrastruktur pendukungnya.

“Saya mewakili Antam mengapresiasi penyalaan listrik perdana dari PLN ini. Melalui sinergi positif dan komitmen yang kuat antara PT Antam dengan PT PLN, implementasi PJBTL dapat terlaksana secara optimal. Hal ini sangat berguna dalam mempercepat penyelesaian fase pembangunan Pabrik Feronikel Haltim,” ucap Dolok.

Sejalan dengan penyelesaian instalasi pembangkit listrik dan konstruksi smelter, nantinya smelter feronikel Halmahera Timur yang berkapasitas 13.500 ton nikel ini akan menambah portofolio total kapasitas produksi terpasang feronikel tahunan Antam sebesar total 40.500 ton nikel.

“Sejalan dengan kemajuan proses pengadaan listrik serta penyelesaian fase konstruksi pabrik, direncanakan Pabrik Feronikel Haltim dapat mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2023,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *