Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Listrik ini untuk mendukung operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) feronikel milik Antam di Halmahera Timur. PLN bakal memasok listrik 80 MVA ke smelter yang dijadwalkan beroperasi tahun ini.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan melalui PJBTL ini, PLN langsung melakukan eksekusi pemindahan pembangkit yang idle ke Halmahera Timur. Langkah ini dilakukan agar pasokan listrik segera bisa dilakukan.
“Dalam waktu dekat kami akan segera merelokasi pembangkit untuk bisa dioperasikan di Smelter Feronikel Antam,” ujar Darmawan usai menyaksikan penandatangan PJBTL antara PLN dan Antam, Senin (14/3).
Melalui PJBTL ini, PLN akan melistriki smelter feronikel Antam selama 30 tahun ke depan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik tersebut, PLN akan mendatangkan dua mesin pembangkit dari Sumatera Selatan sebesar 51 MW dan Jambi sebesar 60 MW ke Halmahera Timur, sehingga bisa mengoptimalkan pasokan listrik untuk smelter tersebut.
Untuk jangka menengah dan jangka panjang, PLN akan menggandeng Antam untuk membuat pembangkit yang lebih efisien untuk kebutuhan smelter tersebut. Kedua pihak pun telah sepakat untuk segera melakukan kajiannya.
Direktur Utama Antam, Nicholas Kanter, menjelaskan bahwa dengan sinergi bersama PLN, smelter feronikel ini bisa beroperasi dalam waktu dekat. Ini merupakan pabrik pengolahan dan pemurnian yang sudah lama digadang-gadang oleh Antam untuk bisa meningkatkan hilirisasi mineral.
“Tidak ada keraguan dari kami untuk bekerja sama dengan PLN. Karena kami juga sesama BUMN. Ini merupakan amanah Kementerian BUMN juga untuk meningkatkan kolaborasi dan meningkatkan efisiensi,” ujar Niko.








Tinggalkan Balasan