PLN Operasikan Smart Microgrid di Nusa Penida

0
1079
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho.

Nusa Penida, Petrominer – PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan Smart Microgrid Nusa Penida, Bali. Sistem kelistrikan cerdas berbasis digital dan energi hijau ini mengatur seluruh pembangkit dan battery storage secara otomatis. Ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan daya dan upaya transisi energi bersih di pulau tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan Smart Microgrid Nusa Penida merupakan manifestasi dari semangat transformasi PLN, khususnya dalam mendorong digitalisasi sistem distribusi dan mendukung transisi energi hijau.

“Pulau Nusa Penida yang dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan, kini tidak hanya memesona dari sisi alam, tetapi juga menjadi pionir modernisasi kelistrikan,” jelas Eric pada acara peresmian Smart Microgrid Nusa Penida, Kamis (13/11).

Dia menegaskan, keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kolaborasi PLN Group antara PLN UID Bali, PLN Icon Plus, dan PLN Indonesia Power. Di mana masing-masing memiliki peran dalam pengelolaan wilayah, integrasi sistem, serta pengoperasian pembangkit. Dukungan juga datang dari United States Agency for International Development Sustainable Energy for Indonesia’s Advancing Resilience (USAID SINAR) yang berperan sejak tahap awal pengembangan proyek.

Smart microgrid ini diharapkan mampu mengorkestrasi pembangkit dengan karakteristik berbeda, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), PLTS, dan BESS untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik,” ungkap Eric.

Hingga Agustus 2025, sistem kelistrikan Nusa Penida telah melayani lebih dari 23 ribu pelanggan dengan daya terpasang mencapai 60,91 megavolt ampere (MVA) dan transaksi energi mencapai 59,82 gigawatt hour (GWh). Melalui smart microgrid, sistem kelistrikan di Nusa Penida kini semakin efisien, tangguh, dan mendorong Bali menjadi kawasan hijau dan mandiri energi.

Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menyampaikan bahwa proyek Smart Microgrid Nusa Penida merupakan salah satu langkah transformasi PLN menuju sistem energi yang smart, resilient, dan green.

Menurut Arsyadany, sebelumnya sistem kelistrikan di tiga pulau, yakni Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan sepenuhnya bergantung pada pembangkit diesel berbahan bakar minyak. Kini, dengan integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Suana berkapasitas 3,5 MWp dan Battery Energy Storage System (BESS) 1,8 MWh, sistem kelistrikan diatur secara otomatis untuk menyeimbangkan pasokan energi terbarukan dan cadangan diesel secara real time.

“Teknologi ini bukan hanya milik kota besar. Justru di pulau kecil seperti Nusa Penida, smart microgrid menjadi simbol keadilan energi bahwa dari pesisir hingga perbatasan, masyarakat berhak menikmati listrik yang bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here