Bandar Lampung, Petrominer – PLN telah menghadirkan listrik di enam desa Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kini, 200 kepala keluarga (KK) di enam desa tersebut sudah bisa menikmati listrik untuk mendukung berbagai aktivitas produktif dan meningkatkan perekonomian desa.
Menurut General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung, I Gede Agung Sindu Putra. peresmian penyalaan dan pengoperasian jaringan listrik desa tersebut dilakukan Rabu lalu (16/6). Untuk menghadirkan listrik di enam desa tersebut, PLN mengalokasikan dana lebih dari Rp 8 miliar.
“Hari itu adalah bukti komitmen PLN menerangi pelosok negeri, harapannya memiliki manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat terutama pendidikan dan perekonomian masyarakat,” ujar Gede, Sabtu (19/6).
Keenam desa atau biasa disebut Pekon tersebut adalah Pekon Margomulyo Kecamatan Semaka, Pekon Umbar Kecamatan Klumbayan, Pekon Way Rilau Kecamatan Cukuh Balak, Pekon Teratas Kecamatan Kota Agung, Pekon Tanjung Agung Kecamatan Pugung dan Pekon Sanggi Unggak Kecamatan Bandar Negeri Semuong.
Dengan semangat dan optimisme tinggi PLN utuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastuktur kelistrikan dan berkat kerjasama seluruh stakeholder, PLN berhasil menyelesaikan jaringan listrik yang dalam proses pembangunannya penuh tantangan. Salah satunya yaitu lokasi desa yang terpencil dengan satu akses jalan tanah menuju desa tersebut dengan kondisi rusak dan berlumpur.
“Banyak kendala yang dihadapi PLN dalam perjuangan melistriki pelosok negeri salah satunya ketersediaan infrastruktur jalan. Oleh karenanya, PLN tidak dapat bekerja sendiri, butuh kerjasama seluruh stakeholder dalam menyukseskan 100 persen elektrifikasi di Lampung,” ungkapnya.
Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, yang turut hadir dalam prosesi penyalaan listrik di Pekon Margomulyo menyampaikan apresiasinya atas perjuangan PLN dalam melistriki desa-desa yang belum berlistrik di kabupaten yang dipimpinnya.
Dewi memastikan Pemerintah Kabupaten Tanggamus siap memberikan dukungan penuh kepada PLN terkait penuntasan rasio elektrifikasi yang akan dijalankan di wilayahnya.
Lampu Teplok
Warga pun menyambut gembira hadirnya listrik di desa mereka. Sebelum ada listrik, warga desa menggunakan lampu teplok saat beraktivitas di malam hari.
“Kami pakai penerangan hanya malam hari, hanya untuk anak-anak belajar dan mengaji, itupun hanya pakai lampu teplok, susah pokoknya. Dengan adanya listrik PLN ini, membuat anak-anak kami belajar dengan nyaman,” ujar Sarjono (47), salah satu warga Pekon Margomulyo.
Hal serupa juga dirasakan Kepala Pekon Margomulyo Kecamatan Semaka, Tugino yang sudah menetap di desa ini sejak berusia lima tahun.
Pria berusia 49 tahun ini mengaku bahagia dengan kehadiran listrik di desanya. Dia dan keluarga selama puluhan tahun hidup penuh keterbatasan karena belum adanya penerangan listrik.
“Waktu itu kalau anak-anak belajar malam hari cuma pakai lampu teplok, sekarang mencari minyak tanah sudah langka. Setelah masuknya listrik PLN ke pekon kami ini, anak-anak dapat belajar dengan nyaman,” ungkapnya.
Tak hanya itu, lanjut Tugino, kehadiran listrik juga mampu meningkatkan perekonomian warga setempat. Mayoritas penduduk Pekon Margomulyo berprofesi sebagai pekebun. Sebelumnya, masyarakat di wilayah tersebut menggunakan genset untuk berkebun.
“Warga kami yang tergabung dalam kelompok tani dapat mengembangkan usaha roasting kopi dengan beralih ke listrik PLN karena sebelumnya menggunakan genset,” ujar Tugino.









Tinggalkan Balasan