PLTS Wagoha 20 kWp di Wagoha, Yamor, Kaimana, Papua Barat.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus berupaya mengalirkan listrik desa-desa terpencil di Papua dan Papua Barat. Karena sulitnya akses dan keterbatasan jaringan, mayoritas desa tersebut akan dilistriki dengan memanfaatkan energi tenaga surya.

“Pemanfaatan energi surya merupakan upaya PLN untuk mendukung percepatan bauran energi baru terbarukan yang ditargetkan pemerintah sebesar 23 persen di tahun 2025,” jelas Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, Minggu (18/7).

Syamsul menegaskan, PLN berkomitmen untuk terus berupaya maksimal melistriki seluruh desa-desa di Papua dan Papua Barat. Meski dalam kondisi pandemi, PLN telah berhasil melistriki 105 desa.

Sepanjang periode tahun 2016-2020, PLN berhasil mengalirkan listrik ke 807 desa dan dinikmati hampir 38 ribu pelanggan. Untuk menghadirkan listrik di 807 desa tersebut, PLN mengeluarkan investasi hingga mencapai Rp 2,03 triliun atau setara Rp 53,6 juta untuk melistriki setiap pelanggan.

Penambahan tersebut membuat rasio desa berlistrik di Papua dan Papua Barat naik menjadi 95,62 persen. Kini, total 7.036 desa di Papua dan Papua Barat telah berlistrik.

“PLN terus melakukan percepatan untuk melistriki desa-desa tersebut hingga rasio desa berlistrik mencapai 100 persen sesuai dengan penugasan pemerintah,” ungkapnya.

PLN terus mengupayakan 328 desa di Papua dan Papua Barat segera terlistriki. Rencananya, 32 desa akan dilistriki dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sementara 285 desa akan menfaatkan listrik surya melalui Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) dan Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL). Langkah ini diambil karena desa-desa tersebut berada di lokasi yang sulit dijangkau dan jauh dari jaringan eksisting.

“Sisanya sembilan desa akan kami listriki melalui perluasan jaringan listrik eksisting, dan dua desa memakai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) hybrid PLTS dengan memanfaatkan mesin yang telah ada,” ungkap Huda.

Undang Investor

Selain fokus untuk melistriki desa-desa terpencil, PLN juga telah memperkuat sistem kelistrikan untuk Papua dan Papua Barat. Hingga saat ini, daya mampu kedua provinsi tersebut telah mencapai 454 megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 299 MW. Dengan kondisi yang ada, PLN memiliki cadangan daya sebesar 155 MW yang siap dimaksimalkan.

“Kami siap dan mengajak kepada para investor untuk masuk dan berinvestasi di Papua dan Papua Barat. Ketersediaan pasokan daya dari pembangkit dan penguatan jaringan terus kami lakukan untuk menghasilkan listrik,” tegas Huda

Sementara itu, kapasitas yang dikembangkan PLN bukan hanya cukup, namun juga handal untuk pelanggan. PLN pun berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima dan handal. Pasalnya, ketersediaan listrik merupakan salah satu poin penting dalam bisnis dan industri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here