Penyalaan perdana listrik di Desa Tanjung Boleng, Nusa Tenggara Timur.

Labuan Bajo, Petrominer – Sebanyak 64 kepala keluarga di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kini bisa menikmati listrik. Belum lama ini, PT PLN (Persero) berhasil menyambungkan jaringan listrik ke Desa Tanjung Boleng.

“Meski di tengah pandemi Covid-19, PLN tetap berkomitmen untuk terus membangun infrastrukur demi menghadirkan listrik hingga seluruh pelosok nusantara,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Ignatius Rendroyoko, Jum’at (12/6).

Rendyoko menjelaskan bahwa untuk melistriki Dusun Boleng, PLN telah membangun JTM (Jaringan Tegangan Menengah) sepanjang 15,26 kms, JTR (Jaringan Tegangan Rendah) sepanjang 10,04 kms dan 3 buah gardu dengan total kapasitas 150 kVa. Medan dan akses yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi PLN untuk melistriki dusun tersebut.

Paul (50 tahun), salah seorang warga Tanjung Boleng, menyampaikan bahwa kehadiran listrik PLN sangat dinantikan oleh warga. Pasalnya, listrik PLN lebih murah dibandingkan menggunakan genset.

Menurut Paul, dulu sebelum ada listrik PLN, mayoritas penerangan untuk kegiatan warga di Tanjung Boleng menggunakan Genset dan lampu Minyak Tanah. Dalam sehari, dibutuhkan sekitar Rp 50.000 untuk membeli BBM. Itu pun di luar biaya perawatan mesin bila ada masalah.

“Semenjak ada listrik PLN, token listrik kami beli Rp 50.000,- sudah sebulan lebih belum habis juga meskipun aktivitas di malam hari lebih lama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Tanjung Boleng, Hamzah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN atas masuknya listrik ke Desa Tanjung Boleng. Kehadiran listrik diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here