Pembangunan gardu induk berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) di Topoyo, Sulawesi Barat, sebagai bagian dari perluasan Tol Listrik Sulawesi Tahap I.

Makassar, Petrominer – Usai merampungkan pembangunan Tol Listrik Sulawesi tahap I, PT PLN (Persero) bergegas selesaikan lima pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang tersebar di Sulawesi Barat, Selatan dan Tenggara. Perluasan jangkauan tol listrik ini diharapkan bisa rampung akhir tahun 2019 ini.

“Tol Listrik Sulawesi Tahap I yang telah terinterkoneksi akan segera kita tingkatkan cakupannya. Ini dilakukan mengingat potensi industri di Pulau Sulawesi sangat berlimpah dan tersebar di banyak wilayah,” ujar General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan (UIP Sulbagsel), I Putu Riasa, Minggu (20/10).

Putu menjelaskan, pembangunan prioritas tersebut meliputi lima jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV). Jaringan listrik ini akan menghubungkan Mamuju Baru – Pasangkayu, Siwa – Palopo, Tanjung Bunga – Punagaya, Kendari dan Puuwatu. Selain itu ada juga Gardu Induk berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) di Topoyo.

Terkait pembangunan prioritas di Sulawesi Barat, PLN tengah membangun jaringan transmisi bertegangan 150 kV sepanjang 363 kilo meter sirkuit (kms) yang membentang dari Mamuju Baru, Topoyo sampai dengan Pasangkayu. Berlokasi di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, pembangunan Gardu Induk Topoyo sudah mencapai progress 70,35 persen.

“Percepatan pembangunan ini dilakukan dalam upaya mempersiapkan Sulawesi Barat sebagai provinsi penyangga bagi Ibukota Baru Indonesia pada tahun 2024 mendatang. Juga untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas bagi kota Palu dan sisi barat Sulawesi Tengah pasca dilanda bencana gempa, tsunami dan likuifaksi September 2018 lalu,” jelasnya.

Untuk di Sulawesi Selatan, jaringan transmisi bertegangan 150 kV sepanjang 118,78 kms yang terbentang dari Tanjung Bunga sampai dengan Punagaya sedang dalam proses penarikan konduktor. Hal ini sejalan dengan pembangunan jaringan transmisi bertegangan 150 kV dari Siwa hingga Palopo yang memiliki lintasan sepanjang 179,42 kms.

Sementara di Sulawesi Tenggara, pembangunan jaringan transmisi bertegangan 150 kV dari Kendari sampai dengan Puuwatu sudah mencapai progres sebesar 89,38 persen. Saat ini, pembangunannya dalam tahap penarikan konduktor.

“Perluasan jangkauan Tol Listrik Sulawesi Tahap I menjadi penting bagi pertumbuhan investasi mengingat industri berat, smelter dan produk turunannya semakin menjamur di Sulawesi Tenggara,” ujar Putu.

Tol Listrik Sulawesi Tahap I berhasil terwujud pada pertengahan September 2019 lalu. Capaian ini ditandai dengan keberhasilan pengoperasian jaringan transmisi bertegangan 150 kV yang terbentang dari Wotu (Sulawesi Selatan) hingga Kendari (Sulawesi Tenggara).

Menurutnya, pembangunan prioritas infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi jelas membutuhkan peran serta dan dukungan dari stakeholder terkait agar dapat berjalan sesuai target dan aturan yang berlaku. Hal tersebut menjadi penting mengingat potensi investasi di Sulawesi perlu ditopang dengan keandalan dan jangkauan sistem kelistrikan.

Dalam kesempatan itu, Putu juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran TNI Kodam XIV/Hasanuddin, TP4D Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan TP4D Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yang telah sukses mengawal pembangunan Tol Listrik Sulawesi Tahap I. Tidak hanya itu, dia mengharapkan sinergi, dukungan dan doa restu dari segenap masyarakat, pemerintah serta aparat setempat dapat berlanjut selama proses pembangunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here