Jakarta, Petrominer — Komitmen PT PLN (Persero) untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) terus diwujudkan. Senin pagi (25/4), PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng) menandatangani kesepakatan Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dari Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Biomassa (PLTBm) berkapasitas 10 Mega Watt (MW) dan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Biogas (PLTBg) 2 MW.

PJBTL itu ditandatangani oleh General Manager PLN Wilayah Kalselteng, Purnomo, dengan PT Welcron Power Kalimantan (WPK) yang diwakili Jung Tae Hun untuk PLTBm, dan dengan PT Nagata Bio Energi yang diwakili Elan B. Fuadi untuk PLTBg. Penandatanganan ini disaksikan oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Djoko R. Abumanan.

Masing-masing perjanjian memiliki jangka waktu kontrak 20 tahun. Harga jual yang disepakati sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 27 tahun 201, di mana kontrak untuk PLTBm adalah Rp.1.495/kWh, dan PLTBG adalah Rp.1.365/kWh.

Menurut Djoko, listrik dari PLTBm dan PLTBg berkapasitas total 12 MW tersebut bisa melistriki 120 rumah di pedesaan di Kalimantan. “Kalau 1 rumah 120 Watt, berarti jika ada 12 MW bisa melistriki 100 rumah. Ini adalah renewable energy, biomassa, dan biogas. Cukup lumayan lah,” ujarnya.

Nantinya, tambah Djoko, PLTBm ini akan menggunakan bahan bakar kayu dari pohon akasia alias ‘batu bara hijau’ sebagai sumber energi primer, yang ditanam dan dibudidayakan di lahan sekitar pembangkit.

“Biomassa kita ambil dari pohon akasia, kita sebut ‘batu bara hijau’ yang tumbuh terus, dibakar menjadi listrik,” tuturnya.

Sementara PLTBg akan menggunakan gas dari limbah sawit (FAME). Potensi limbah sawit yang belum dimanfaatkan di Kalimantan Selatan dan Tengah sangat besar.

Konstruksi Pembangkit

Kerjasama ini akan segera ditindaklanjuti dengan proses pendanaan oleh pengembang, dan selanjutnya proses konstruksi pembangkit yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 24 bulan untuk PLTBm dan 13 bulan untuk PLTBg.

Konstruksi awai direncanakan mulai dilaksanakan pada Mei 2017 untuk PLTBm, dengan di Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Pembangkit ini direncanakan COD pada Juni 2019. Sementara untuk PLTBg, akan mulai dibangun Desember 2016. di Desa Suka Damai, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Direncanakan COD Juli 2017.

“Pembangunan pembangkit dari sumber energi baru dan terbarukan ini sejalan dengan program dan target pemerintah untuk mencapai 25% bauran energi baru terbarukan pada tahun 2025, serta membantu mengurangi emisi 29% pada tahun 2030. Ini termasuk program-program yang kita percepat. Potensinya di Kalimantan banyak sekali dan luar biasa,” papar Djoko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here