Sofyan Basir usai menjalani pemeriksaan dan langsung dibawa ke rumah tahanan KPK.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) menyatakan prihatin dan tetap menghormati proses hukum yang sedang menimpa Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Senin malam (27/5), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mulai menahan Sofyan untuk mempermudah proses penyelidikan dan pemeriksaan dalam kasus suap pembangunan PLTU Riau-1.

“Kami segenap Jajaran Managemen dan seluruh pegawai PLN turut prihatin atas kasus hukum yang menimpa Direktur Utama PLN, Bapak Sofyan Basir. Kami berharap Pak Sofyan diberi kesehatan dan ketabahan dalam menjalani proses hukum yang tengah dihadapi,” ujar Plh. Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, Dwi Suryo Abdullah, Selasa (28/5).

Menurut Suryo, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK. Selanjutnya, PLN menyerahkan seluruh proses hukum kepada KPK yang sedang berlangsung.

“Managemen PLN selalu bersikap kooperatif manakala dibutuhkan dalam rangka penyelesaian kasus hukum yang terjadi,” tegasnya.

Sehubungan dengan adanya perkara ini, PLN menjamin bahwa pelayanan terhadap masyarakat akan berjalan sebagaimana mestinya terlebih menjelang Idulfitri 1440 H. Seluruh pasokan dan tim siaga telah dikerahkan demi kehandalan pasokan listrik di Tanah Air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here