Jakarta, Petrominer — PT PLN (Persero) terus melakukan perluasan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya dengan menggandeng beberapa perusahaan asal Perancis yang berkomitmen untuk membangun pembangkit listrik berbasis EBT.
Sebuah Memorandum of Understanding (MoU) telah ditandatangani PLN dengan tiga perusahaan asal Perancis, yakni Think Smartgrids, PT Akuo Energy Indonesia dan Pace Energy Pte.Ltd. Penandatanganan ini, yang dilakukan, Rabu (29/3), di Jakarta ini disaksikan oleh Menteri Negara Urusan Industri digital dan inovasi Perancis Christope Sirugue.
Menurut Direktur Perencanaan PLN, Nicke Widyawati, yang menandatangani ketiga MoU itu atas nama PLN, penandatanganan ini sebagai bentuk keseriusan PLN untuk peningkatan pemakaian EBT. Apalagi saat ini, PLN tengah mengejar target pemanfaatan EBT hingga 23% pada tahun 2025.
“Seperti yang kita ketahui bahwa potensi energi baru terbarukan di Indonesia sangat besar, ini merupakan salah satu langkah kami untuk terus mengembangkan potensi EBT di tanah air,” ujar Nicke.
Dia menegaskan, PLN juga akan mengembangkan SmartGrid untuk meningkatkan penetrasi EBT ke dalam jaringan PLN dan sekaligus meningkatkan kehandalan sistim kelistrikan. Dengan begitu, pemanfaatan pembangkit EBT dalam sistim kelistrikan akan lebih optimal.
Berikut ketiga MoU tersebut:
- PLN dengan Think Smartgrids Perancis, yang merupakan asosisasi tenaga ahli smartgrids Perancis. Tujuannya untuk transfer knowledge tentang perencanaan dan implementasi smartgrid dalam mengintegrasikan EBT ke sistem existing. Penandatanganan dilakukan oleh Nicke Widyawati dengan Philippe Monloubou (Chairman-Think Smartgrids).
- PLN dengan PT Akuo Energy Indonesia terkait study kelayakan dan analisa sistem pemakaian tenaga surya dan angin. Penandatanganan dilakukan oleh Nicke Widyawati dan Christophe Moyon – (President Director – AKI).
- PLN dengan Pace Energy Pte. Ltd. terkait studi kelayakan pemanfaatan tenaga surya dan angin. Penandatanganan dilakukan oleh Nicke Widyawati dengan Michael Vawser (Managing Director and CEO – Pace).









Tinggalkan Balasan