Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi selatan, Tenggara dan Barat (Sulselabar) menandatangani amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) sebesar 100 MVA dengan PT Bintang Smelter Indonesia (BSI). Ini merupakan salah satu layanan Premium Platinum dari PLN.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh General Manager PLN UIW Sulselrabar Ismail Deu dengan Direktur BSI Leman Suti di Jakarta, Jum’at (29/11). Disaksikan oleh Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda, dan Direktur Utama BSI, An Sudarno.

Menurut Syamsul huda, penjualan ini tidak terlepas dari keberhasilan PLN dalam menghubungkan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dan Sulawesi Tenggara terinterkoneksi sejak September 2019 lalu. Sistem ini dapat mengevakuasi daya mampu dari sistem Sulsel ke Sultra sebesar 400 MW. Sehingga membuka peluang investasi bisnis dari pelanggan Industri di Provinsi Sulawesi Tenggara karena pasokan tenaga listrik semakin handal.

“Dengan interkoneksi ini keandalan sistem meningkat, hal ini memberi peluang kepada investor untuk berinvestasi tanpa khawatir akan pasokan energi listrik. Kami siap melayani investor kapanpun, dimanapun, dan berapapun dayanya,” tegasnya.

Smelter nikel milik BSI terletak di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Rencananya, pasokan listrik ke pengolahan nikel tersebut akan dmulai April 2021.

Rasio Elektrifikasi di Sulawesi Tenggara sudah mencapai 97,12 persen dan proyeksi pertumbuhan pelanggan besar di Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 sebesar 710 MW. Sampai dengan saat ini, di Provinsi Sulawesi Tenggara sudah ada empat pelanggan industri yang sudah menandatangani SPJBTL dengan keseluruhan total daya sebesar 634 MVA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here