, ,

PLN Bertahan di Posisi Puncak Fortune Southeast Asia 500

Posted by

Jakarta, Petrominer – PLN kembali menjadi perusahaan utilitas terbaik di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut versi Fortune Southeast Asia 500. Pencapaian ini merupakan hasil dari kinerja keuangan cemerlang. Di tahun 2024, PLN berhasil membukukan pendapatan Rp 545,4 triliun, naik 11,9 persen dari Rp 487,38 triliun di tahun sebelumnya.

Dalam daftar 500 perusahaan terbesar se-Asia Tenggara yang didasarkan pada pendapatan tersebut, PLN unggul atas sejumlah perusahaan utilitas negara lain, seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Dengan capaian ini, Indonesia resmi menjadi pemuncak sektor utilitas di kawasan Asia Tenggara versi Fortune.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi menyeluruh yang membuat PLN semakin adaptif, efisien, dan kompetitif secara global,” ungkap Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Kamis (19/6).

Dengan kinerja impresif, menurut Darmawan, PLN tidak hanya menjadi perusahaan utilitas terbesar di kawasan, tetapi juga menempati peringkat ke-6 dalam daftar keseluruhan yang memuat 500 perusahaan terbesar se-Asia Tenggara berdasarkan pendapatan. Capaian ini sejalan dengan visi PLN untuk menjadi bagian dari Top 500 Global Company.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan dukungan pemerintah yang menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ucapnya.

Asia Editor Fortune, Nicholas Gordon, mengungkapkan bahwa posisi PLN dalam daftar Fortune 500 Southeast Asia ini menunjukkan pentingnya sektor energi dalam struktur ekonomi Asia Tenggara.

“Peringkat ke-6 berdasarkan pendapatan tahun ini adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Peringkat ini menyoroti satu sektor penting dari daftar ini, yaitu energi, baik itu pemanfaatan sumber daya, pembangkitan listrik, maupun transmisi listrik sebagai sektor dominan dalam Southeast Asia 500, yang menyumbang hampir sepertiga dari total pendapatan daftar tersebut,” kata Gordon.

Dia juga menambahkan bahwa Indonesia mendominasi daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun ini dengan jumlah 109 perusahaan, disusul Thailand dengan 100 perusahaan, Malaysia dengan 92 perusahaan, Singapura dengan 81 perusahaan, dan Vietnam dengan 76 perusahaan.

Satu tanggapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *