
Jakarta, Petrominer – Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) LEMIGAS menggandeng PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk mengelola jaringan pipa transmisi gas bumi ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur (Cisem II). Ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas sekaligus memperkuat integrasi jaringan transmisi gas di Pulau Jawa.
Sinergi antara Pemerintah dan BUMN tersebut dituangkan dalam sebuah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, dan Kepala BBPMGB LEMIGAS, M. Halim Sariwardana, Kamis (11/6).
Pada April 2026, Pertagas telah ditetapkan sebagai operator Cisem II setelah memenangkan proses pemilihan mitra yang dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui LEMIGAS. Sebelumnya, Pertagas juga telah mengelola ruas Semarang–Batang (Cisem I) yang saat ini beroperasi dan menunjukkan peningkatan utilisasi yang positif.
Melalui kerja sama ini, LEMIGAS dan Pertagas berharap pemanfaatan Cisem II dapat semakin memperkuat integrasi jaringan gas bumi nasional, meningkatkan keandalan pasokan energi, serta mendukung pertumbuhan sektor industri, kelistrikan, dan perekonomian nasional secara berkelanjutan.
Cisem II merupakan infrastruktur strategis yang dibangun untuk memperkuat konektivitas jaringan gas bumi nasional. Infrastruktur sepanjang 242 kilometer tersebut menghubungkan Batang di Jawa Tengah hingga Kandang Haur Timur di Jawa Barat dan menjadi bagian dari sistem Pipa Transmisi Cirebon–Semarang (Cisem).
Pipa Cisem menjadi milestone kunci dalam integrasi pipa transmisi gas bumi Trans Jawa yang berhasil menyambungkan seluruh Jawa dari Pagerungan di perairan Madura, Jawa Timur hingga Cilegon di Jawa Barat.
“Melalui kolaborasi dengan Pertagas sebagai operator yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengelolaan pipa transmisi gas, kami berharap pemanfaatan aset ini dapat berjalan optimal, memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, serta mendukung ketersediaan energi bagi sektor industri, kelistrikan, dan masyarakat,” kata Halim.
Sementara Indra menegaskan pemanfaatan Cisem II memiliki nilai strategis dalam memperkuat konektivitas jaringan transmisi gas bumi nasional, meningkatkan keandalan pasokan energi, serta membuka peluang pengembangan pasar gas bumi yang lebih luas di Pulau Jawa.
“Melalui kerja sama ini, kami siap menjalankan amanah pengelolaan infrastruktur strategis negara dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasi, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Menurut Indra, pengalaman Pertagas dalam mengelola dan mengoperasikan jaringan pipa transmisi gas nasional, termasuk Cisem I, menjadi modal penting dalam memastikan optimalisasi pemanfaatan Cisem II sekaligus memperkuat integrasi sistem transmisi gas nasional.









Tinggalkan Balasan