Sumbawa, Petrominer – PT PLN (Persero) terus meningkatkan ketersediaan dan kehandalan akses listrik di seluruh pelosok negeri dengan energi bersih. Langkah ini sebagai upaya untuk mempercepat rasio elektrifikasi dan sekaligus mencapai target bauran energi.
Realisasi terbaru adalah dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Medang, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hadirnya PLTS berkapasitas 314 kiloWatt peak (kWp) ini, yang dilengkapi baterai berkapasitas 550 (kiloWatt hour) kWh dan inverter, membuat 2.574 keluarga di pulau seluas 4,35 km2 tersebut kini dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh.
“Sebelumnya, listrik di wilayah yang memiliki potensi kekayaan bahari ini hanya menyala selama 12 jam, yakni pukul 18.00-06.00 WITA,” ungkap General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo, Kamis (18/8).
Menurut Sudjarwo, pengoperasian PLTS di pulau yang mayoritas penduduknya adalah nelayan itu untuk mengantisipasi beban yang pastinya semakin meningkat. Pembangunan pembangkit energi terbarukan ini juga sebagai upaya untuk pencapaian target bauran EBT sebesar 23 persen di tahun 2025.
Saat ini, jumlah pelanggan PLN di Pulau Medang ini adalah berjumlah 720 pelanggan dan didominasi oleh pelanggan rumah tangga Sebelum beroperasinya PLTS, listrik di Pulau Medang disuplai dari empat unit mesin diesel dengan total kapasitas terpasang 460 kW. Dengan beban puncak rata rata 160 KW, kehadiran PLTS ini diharapkan dapat menyuplai kebutuhan listrik masyarakat dengan energi bersih.
Dia menjelaskan, tantangan dalam pembangunan PLTS ini adalah jarak yang cukup jauh dan juga faktor cuaca. Akses menuju Pulau Medang yang hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kapal, tentunya akan berpengaruh pada saat mobilisasi instrumen dan komponen PLTS.
“Dengan beroperasinya PLTS ini, roda ekonomi makin bergerak, kesejahteraan masyarakat makin baik. Usaha-usaha yang semula manual dapat memanfaatkan listrik dengan baik. Industri pariwisata, UMKM, dan peluang usaha ekonomi kreatif juga dapat tumbuh dengan baik,” tutur Djarwo.
Sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber daya Mineral Provinsi NTB, Zaenal Abidin, menyampaikan apresiasinya terhadap PLN atas upaya yang dilakukan untuk melistriki daerah terpencil dan terluar di NTB.
“Ini tentunya langkah yang luar biasa dari PLN. Tidak hanya sekedar melistriki, tapi berhasil menghadirkan green energy di pulau terluar NTB. Pembangunan PLTS yang akan beroperasi secara hybrid dengan PLTD milik PLN di Pulau Medang ini juga dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan BBM yang harganya saat ini kian melambung, mengurangi Biaya Pokok Produksi listrik dan meningkatkan bauran energi terbarukan dalam bauran energi daerah NTB,” tutur Zaenal.









Tinggalkan Balasan