PLN 100% Siap Pasok Listrik PLBN

0
708
Presiden Joko Widodo meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk di Kab. Sambas, Kalimantan Barat, Jum'at (17/3). Peresmian ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH.

Pontianak, Petrominer — PT PLN (Persero) menyatakan siap mendukung penuh pasokan listrik ke tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu. Apalagi, pasokan listrik itu sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat perbatasan di Indonesia.

Dukungan dan kesiapan PLN untuk memasok listrik di PLBN ini sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Tujuh PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana di Kawasan Perbatasan. Percepatan pembangunan itu ditandai pula dengan penyediaan sarana dan prasarana/infrastruktur ketenagalistrikan.

Kesiapan PLN itu ditegaskan kembali ketika Presiden Joko Widodo meresmikan dua PLBN dalam kunjungannya ke Kalimantan Barat, yakni PLBN Nanga Badau Kab. Kapuas Hulu yang diresmikan, Kamis (16/3) dan PLBN Aruk Kab. Sambas yang diresmikan, Jum’at (17/3).

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah meresmikan PLBN Entikong di Kab. Sanggau, Kalimantan Barat (21/12) dan PLBN Motaain Kab. Belu, NTT (28/12).

Saat meresmikan PLBN Aruk, Presiden Jokowi menyatakan bahwa PLBN tidak hanya berfungsi untuk pengurusan administrasi di wilayah perbatasan, tapi juga harus dapat menjadi titik pertumbuhan ekonomi, terutama untuk ekspor produk lokal dan dalam negeri ke negara tetangga.

Untuk menunjang kegiatan perekonomian di PLBN tersebut, PLN telah siap memasok listrik sesuai dengan kebutuhan. Hingga saat ini, jaringan listrik di 7 PLBN yang telah dibangun sudah 100% terpasang.

Berikut adalah data daya listrik yang terpasang di 7 PLBN Terpadu (kilovolt Ampere/kVA):
1. Aruk, Kabupaten Sambas, Kalbar: 345 kVA
2. Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar: 865 kVA
3. Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar: 1.100 kVA
4. Motaain, Kabupaten Belu, NTT: 555 kVA
5. Motamasin, Kabupaten Malaka, NTT: 555 kVA
6. Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT: 240 kVA
7. Skouw, Kota Jayapura: 1.110 kVA

Menurut Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Djoko R. Abumanan, PLBN Aruk sudah masuk dalam Sistem Grid Khatulistiwa (Kalimantan Barat) yang dapat dipastikan bahwa daya terpasang mampu memenuhi kebutuhan listrik di PLBN. Sedangkan untuk PLBN Entikong dan Nanga Badau masih masuk dalam sistem isolated, namun progress perluasan jaringan listrik untuk PLBN secara pembangunan fisik sudah mencapai 100% yang terdiri dari perluasan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM – Entikong: 0,425 kms; Nanga Badau: 1,588 kms), Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM – Entikong: 0,025 kms; Nanga Badau: 0,296 kms) dan pemasangan kubikel.

“Saat ini, total daya mampu pembangkit di Kalimantan Barat mencapai 549 MW dengan beban puncak 518 MW. Dengan demikian, kebutuhan listrik di tiga wilayah tersebut dapat tercukupi,” ujar Djoko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here