Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) berkomitmen mendorong kemajuan usaha kecil melalui program Pinky Movement. Apalagi, salah satu target program ini adalah mendorong penggunaan LPG nonsubsidi di 100 usaha kecil sektor kuliner yang masih menggunakan LPG subsidi dan memberikan pembiayaan bagi 2.000 outlet LPG subsidi sebagai modal usaha untuk menjual LPG nonsubsidi.
“Kami membantu memberikan pembiayaan usaha berupa dana murah sebagai benefit kepada usaha kecil pengguna LPG subsidi yang mau beralih ke LPG nonsubsidi. Sedangkan outlet LPG mengikuti program dengan ikut menjual produk LPG nonsubsidi dan Bright Gas,” ujar Vice President CSR dan SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita, Minggu (27/12).
Arya mengungkapkan, Pertamina saat ini sedang menggalakan program Pinky Movement. Program ini pada dasarnya adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar pada usaha kecil.
“Misinya adalah membuat usaha kecil untuk dapat naik kelas melalui pembiayaan modal usaha dan pembinaan,” jelasnya.
Pinky Movement tidak hanya memberikan pembiayaan kepada para usaha kecil ataupun outlet LPG. Pertamina juga telah memiliki strategi untuk tingkatkan kualitas usaha kecil dan outlet LPG dalam berbisnis.
Arya menuturkan periode program berlangsung selama tiga tahun, dengan penerapan sosialisasi ke usaha kecil, dilanjutkan dengan assessment/credit scoring calon peserta. Kemudian pencairan dana usaha maksimal Rp 200 juta, per usaha kecil dengan jasa administrasi pinjaman 3 persen setahun.
“Pembinaan yang diberikan berupa peningkatan kompetensi dan kemampuan teknis usaha kecil,” katanya.
Pertamina juga memberikan kepada usaha kecil akses pasar atau memfasilitasi melalui bisnis yang dibidangi oleh Pertamina. Monitoring dilakukan secara kontinu. Setiap tiga bulan akan dipilih peserta terbaik untuk mengikuti SME Fast Track (akselerasi) serta terakhir evaluasi program.
Hingga akhir November 2020, total pengajuan untuk mitra binaan usaha kecil Pertamina mencapai Rp 84,33 miliar. Dengan rincian, senilai Rp 39,95 miliar sedang dalam proses dan Rp 44,382 miliar sudah direalisasikan bagi 425 outlet dan 112 usaha kecil. Sebanyak 5.186 tabung perdana LPG nonsubsidi telah terserap dengan adanya program Pinky Movement.








Tinggalkan Balasan