Sangasanga, Petrominer – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) baru saja melakukan tajak pengeboran eksplorasi pada Sumur Eksplorasi Polaris D-1X. Sumur ini merupakan pintu masuk (play opener) untuk area di wilayah kerja PHSS dan memiliki target reservoir yang lebih dalam dibandingkan reservoir-reservoir di lapangan yang telah berproduksi di sekitar wilayah tersebut.
PHSS adalah salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina yang mengelola Wilayah Kerja Sanga Sanga di Kalimantan Timur. PHSS bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.
“Dalam program pengeboran eksplorasi ini, kami mengusung strategi borderless, seperti yang telah diaplikasikan sebelumnya pada sumur eksplorasi Helios D1 yang merupakan irisan wilayah kerja PT Pertamina EP (PEP) dan wilayah kerja PHSS. Saat ini, kami sudah menyelesaikan proses pengeboran dan melakukan evaluasi hasilnya,” ujar Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim, Senin (10/4).
Chalid menjelaskan, melalui strategi borderless tersebut terjalin kolaborasi antara PHI, PHSS, PT Pertamina EP (PEP) Asset 5, Pertamina Subholding Upstream Pertamina dan PT Elnusa. Hasil dari sinergi dan kolaborasi antar Pertamina grup ini menjadi pembuka (play opener) dalam menemukan sumber daya yang akan menambah cadangan migas
Sumur Eksplorasi Polaris D-1X merupakan satu dari empat sumur eksplorasi Komitmen Pasti di area Sangasanga. Sumur ini mulai dibor pada 20 Maret 2023 lalu dan diharapkan dapat menjadi discovery (penemuan baru) untuk pengembangan sumber daya masa depan Perusahaan dan menjaga kelangsungan energi di Indonesia. Sumur komitmen pasti lainnya yaitu Sumur Phoenix North-1 ST, Sumur Helios D-1, dan Sumur Draco B-1X.
“Target pengeboran ini adalah mencapai OTOBOSOR (On Target, On Budget, On Scope/Spec/Safety, On Return/Regulation) dan dapat memenuhi target tambahan sumber daya atau 2C sehingga temuan cadangan dan Reserve to Production (RTP) atau masa operasi produksi Perusahaan bisa semakin panjang,” ungkapnya.
Chalid pun menegaskan komitmen Perusahaan untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan-lapangan migas guna menemukan sumber daya baru dan menambah cadangan yang penting bagi tercapainya ketahanan energi nasional.
“Kami pun menerapkan HSSE Golden Rules yaitu Patuh, Intervensi dan Peduli dalam setiap proyek migas Perusahaan sehingga dapat berjalan selamat, andal, patuh, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” paparnya.








Tinggalkan Balasan