Lokasi Rig BN-18, lapangan Bangko, blok Rokan, Riau.

Pekanbaru, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menanggapi insiden kecelakaan kerja dengan serius. Di antaranya dengan melaksanakan proses investigasi bersama para pemangku kepentingan seperti SKK Migas Sumatera bagian Utara, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Dinas Tenaga Kerja Riau dan Kepolisian Daerah Provinsi Riau.

Menurut Direktur Utama PHR, Jaffee A Suardin, semua pihak langsung terjun ke lapangan untuk memantau dan investigasi secara menyeluruh. Tidak hanya itu, PHR terus memastikan aspek keselamatan pekerja selalu menjadi prioritas utama dalam menjalankan operasi.

“Kami telah meminta seluruh kontraktor/mitra kerja untuk menampilkan kinerja berkualitas dan melaksanakan kegiatan operasi dengan memperhatikan, mengedepankan dan menerapkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) secara seksama serta berkesinambungan. Jika ditemukan ketidakpatuhan dalam pelaksanaan kerja, maka akan membawa konsekuensi berupa tindakan tegas, sampai dengan sanksi hitam dari daftar rekanan,” ungkap Jaffee, Senin (23/1)

Dia juga menegaskan, PHR senantiasa mengupayakan keselamatan kerja dan akan terus menjadikannya prioritas utama dalam operasi di WK Rokan.

Rabu (18/1) lalu, terjadi kecelakaan kerja dalam kegiatan pengeboran yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Kecelakaan terjadi di rig sumur 5D-28 Kampung Minas Barat, Minas, Siak.

Kejadian fatality tersebut menimpa seorang floorman DS (22 tahun) di Rig ACS-06, sekitar pukul 08.30 WIB. Pada saat itu, Full Opening Safety Valve (FOSV) terjatuh dan mengenai floorman yang berada di Working Platform (WPF). DS adalah karyawan PT Asrindo Citraseni Satria (ACS).

Berkolaborasi dengan Polda Riau, proses investigasi secara menyeluruh pun langsung dilakukan. Pihak manajemen PHR juga meminta seluruh pekerja untuk melakukan safety stand down.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here