
Duri, Petrominer — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat kapasitas dan keandalan fasilitas produksi di Wilayah Kerja (WK) Rokan atau Zona Rokan melalui peningkatan fasilitas di Pematang Gathering Station (GS) dan Pungut GS. Langkah tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan aset dan menjaga keberlanjutan produksi minyak di Zona Rokan.
Peningkatan kapasitas ini ditandai dengan beroperasinya fasilitas produksi baru New Water Injection Pump (WIP) di Pematang GS, yang diresmikan Jum’at (25/9). Fasilitas ini merupakan bagian dari program Rokan Well Development Pematang GS Upgrade. Salah satu lingkup proyek tersebut adalah meningkatkan kapasitas water injection di area Pematang sebesar 2 x 40.000 BWPD.
Beroperasinya fasilitas baru ini diharapkan meningkatkan kapasitas dan keandalan Pematang GS sehingga dapat menurunkan Loss Production Opportunity (LPO) di Lapangan Pematang. Peningkatan kapasitas juga mendukung optimalisasi proses operasi dan pengelolaan produksi.
Dalam kesempatan yang sama, PHR memberikan apresiasi atas penyelesaian sejumlah proyek facility upgrade, di antaranya Pungut GS Upgrade dan New Gas Boot Pematang. Penyelesaian proyek tersebut meningkatkan kapasitas pengolahan production fluid dan water injection.
Keberlanjutan Operasi
Operation Head Project & Technical Engineering PHR, Pramudyana Agus Harlianto, mengatakan peningkatan kapasitas fasilitas ini merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasi dan mengoptimalkan potensi yang ada di Zona Rokan. Keandalan infrastruktur menjadi salah satu fondasi untuk mengoptimalkan potensi lapangan dan menjaga produksi minyak.
“Setiap peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlangsungan operasi. Capaian ini tentu tidak terlepas dari kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak serta dukungan dari SKK Migas,” ujar Pramudyana.
Menurutnya, sinergi tersebut akan terus diperkuat untuk mendukung pengembangan WK Rokan secara aman, efektif, dan berkelanjutan. Proyek-proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi di PHR, meliputi Project & Technical Engineering, Operation & Maintenance, serta sejumlah mitra kerja.
Koordinator Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut, Muhammad Rochaddy Lubis, mengatakan peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas produksi berperan dalam mendukung keberlanjutan kegiatan hulu minyak dan gas bumi.
“Peningkatan kapasitas fasilitas merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi. Kami ucapkan terima kasih dan mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung penyelesaian proyek ini,” katanya.
Penyelesaian proyek di Pematang dan Pungut juga menjadi bagian dari pengembangan fasilitas di Area Sumatera Light North dan Zona Rokan. Melalui penguatan kapasitas dan keandalan fasilitas, PHR melanjutkan pengembangan WK Rokan secara aman, efektif, dan berkelanjutan. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keberlangsungan produksi minyak sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.









Tinggalkan Balasan