Kegiatan pilot project decommissioning anjungan migas di lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur.

Balikpapan, Petrominer – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) telah berhasil menyelesaikan kegiatan decommissioning anjungan migas di lapangan Attaka, Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU), Kamis (17/11) lalu. Kegiatan bernama Project Rig to Reef ini merupakan pilot project decomissioning pertama yang dilakukan di Indonesia.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Chalid Said Salim, menjelaskan proyek ini merupakan wujud komitmen Perusahaan untuk terus mendukung program dan kebijakan Pemerintah dalam menjalankan operasi migas yang efektif, efisien, patuh, dan ramah lingkungan.

Decommissioning anjungan migas adalah kegiatan untuk menutup fasilitas dan memulihkan kondisi lingkungan sekitar fasilitas, yang merupakan salah satu tahapan dalam siklus proyek minyak dan gas bumi. Oleh karena itu, penyelesaian project ini merupakan milestone yang sangat penting dalam mewujudkan komitmen untuk menjalankan operasi migas yang patuh dan ramah lingkungan sekaligus mendukung dan merealisasikan kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea,” jelas Chalid, Rabu (23/11).

Project ini telah melalui perjalanan cukup panjang dimulai dengan inisiasi pilot project pada Juli 2019. Dilanjutkan dengan penandatangan Kesepakatan Bersama untuk Proyek Percontohan Rig to Reef (Project Agreement) dengan KHAN dari Korea Selatan pada Agustus 2022 lalu.

Pilot project ini, menurut Chalid, merupakan suaru terobosan dalam industri hulu migas Indonesia yang nantinya dapat menjadi acuan bagi proyek-proyek decomissioning di masa mendatang, baik dari aspek perencanaan, perijinan, engineering, hingga pelaksanaan.

“Kami terus menerapkan prinsi-prinsip ESG (Environment, Social, Governance) dalam setiap kegiatan operasi dan bisnis migas perusahaan sehingga mampu menghasilkan energi yang selamat dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memantau pengembangan kegiatan Rig-to-Reef.  Proyek ini diharapkan menjadi benchmarking dalam pelaksanaan proyek-proyek decommissioning hulu migas lainnya di Indonesia.

“Pada akhir proses pembongkaran, bagian-bagian dari anjungan diangkut dan dibawa ke area dekat kawasan konservasi di lepas pantai Bontang, Kalimantan Timur, untuk dijadikan terumbu buatan. Hal ini dilaksanakan untuk mendukung konservasi terumbu karang dan ekosistem laut serta mendorong implementasi Rig-to-Reef di perairan Indonesia,” jelas Dwi.

Habitat dan ekosistem baru ini diharapkan mampu meningkatkan populasi ikan sehingga akan menciptakan multiplier effect pertumbuhan ekonomi berupa peningkatan tangkapan nelayan dan ekonomi wisata penyelaman (recreation diving).

Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) merupakan anak Perusahaan PHI yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG di Wilayah Kerja East Kalimantan & Attaka di Kalimantan Timur. PHKT bersama  anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here