
Jakarta, Petrominer — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja positif selama tahun buku 2024. Realisasi produksi minyak mencapai 44,27 ribu barel minyak per hari (MBOPD), dan produksi gas 526,04 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
PHI juga menorehkan capaian signifikan di bidang keselamatan kerja, dengan angka Total Recordable Incident Rate (TRIR) terendah dalam lima tahun terakhir. Tahun lalu, TRIR tercatat 0,04, jauh di bawah batas toleransi 0,21. Perusahaan mencapai 59,41 juta jam kerja selamat tanpa insiden sejak 5 November 2023. Capaian ini mencerminkan penguatan budaya keselamatan kerja secara konsisten dan tinggi.
Untuk kinerja keuangan, perusahaan berhasil membukukan peningkatan laba 19 persen dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini seiring dengan implementasi strategi selective investment yang terukur dan berorientasi pada optimalisasi nilai serta efisiensi operasional.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PHI yang diselenggarakan, Jum;’at (20/6). RUPST dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris PHI, Direksi dan jajaran manajemen PHI, serta perwakilan pemegang saham dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina Pedeve Indonesia.
Pencapaian tersebut merupakan hasil kinerja konsolidasi tiga Anak Perusahaan PHI, yaitu Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) yang beroperasi di wilayah kerja migas di Kalimantan Timur.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut yang merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dalam pengeboran eksplorasi dan eksploitasi. Hal ini juga berkat menjalankan sinergi kuat di antara anak usaha dan afiliasi PHI dalam menjaga keberlanjutan produksi migas demi ketahanan energi nasional.
Dari sisi operasional, PHI telah menyelesaikan pengeboran satu sumur eksplorasi serta 150 sumur pengembangan atau eksploitasi. Selain itu, perusahaan juga melampaui target pekerjaan workover dengan menyelesaikan 426 pekerjaan dari target 400 pekerjaan, yang menunjukkan efektivitas operasional di lapangan.
Sejalan dengan aspirasi dan kebijakan PT Pertamina (Persero) selaku holding dan PHE selaku subholding upstream terkait penurunan emisi karbon serta pengelolaan lingkungan, PHI berhasil mengurangi 153,62 ribu ton setara CO₂ (CO₂eq), melampaui target 118,50 ribu ton CO₂eq. Selain itu, PHI melalui anak-anak perusahaannya berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau untuk tiga lapangan, yakni PHM, PHKT Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS), dan PHKT Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU).





