Gresik, Petrominer — PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) mulai mengalirkan Gas Terproses ke PT Pertamina Gas (Pertagas), Jum’at (27/1). Pengaliran gas perdana itu diresmikan oleh Direktur Utama PT PHE, R. Gunung Sardjono Hadi.

Pengaliran Gas Terproses ke Pertagas tersebut sebagai implementasi atas Perjanjian Jual Beli Gas Terproses (PJBGT), antara PHE WMO, PT Kodeco Energy Co. Ltd., PT Mandiri Madura Barat dan Pertamina EP dengan Pertagas yang ditandatangani pada 7 Desember 2016. Sumber gas PJBG itu berasal dari blok West Madura Offshore (Blok WMO) di bawah operatorship PHE WMO dan lapangan Poleng di bawah operatorship PT Pertamina EP.

Berdasarkan PJBGT itu, PHE WMO akan menyalurkan gas harian kepada Pertagas pada kisaran 100 MMSCFD untuk dilakukan proses agar kandungan kondensat dalam gas dapat menjadi nilai tambah bagi sektor hulu. Selanjutnya, gas dimaksud dikembalikan lagi ke sektor hulu untuk diserahkan kepada pembeli gas lainnya, yaitu PT PLN (Persero) – Pembangkit Jawa Bali.

Sementara kondensat yang diterima kembali oleh sektor hulu merupakan bagian semua pihak dalam hal ini adalah Pemerintah dan para KKKS yaitu PHE WMO, KODECO, MMB dan Pertamina EP. Sedangkan Pertagas akan memanfaatkan komponen dalam gas untuk pemrosesan lebih lanjut menjadi LPG dan membayar Gas Terproses ke pihak Penjual.

“Pengaliran Gas Terproses ke Pertagas ini dapat meningkatkan produksi gas PHE WMO dan dapat bermanfaat bagi kebutuhan pasokan gas Elpiji (LPG) pada masyarakat khususnya di Jawa Timur,” kata General Manager PHE WMO, Sri Budiyani, Minggu (29/1).

PHE WMO adalah operator dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok WMO di bawah SKK Migas yang dioperasikan oleh Pertamina sejak tahun 2011. Wilayah operasi PHE WMO terletak di sebelah Barat Daya Pulau Madura, Jawa Timur dengan luas area 1.666,26 km2. Target produksi minyak dan gas bumi PHE WMO tahun 2017 adalah 9.217 BOPD dan 130,65 MMSCFD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here