Semarang, Petrominer — Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Rachmat Hidajat, menyerukan kolaborasi untuk mempercepat upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Kolaborasi dilakukan bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas dan pemerintah.
“Kunci utama dalam menciptakan energy security adalah kolaborasi dan akselerasi. Kolaborasi dilakukan bersama kontraktor kontrak kerja sama migas dan pemerintah,” ujar Rachmat, saat tampil sebagai pembicara dalam Joint Convention Semarang 2025 bertema “Accelerating Conventional and Alternative Energy Projects: Driving Energy Self Sufficiency,” Selasa (1/7).
Dia menuturkan, PHE mendorong peningkatan produksi melalui akselerasi konversi sumber daya ke produksi migas. Kegiatan tersebut meliputi pengeboran eksplorasi pada basin yang belum dieksplorasi, pengembangan greenfield, mengaplikasikan inovasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan kolaborasi atas enabler investasi di Indonesia.
Hingga kini, PHE membukukan angka produksi migas melebihi 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) dari produksi domestik dan internasional. Kontribusi ini diharapkan akan bertambah melalui implementasi strategi tersebut.
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE berkomitmen mendukung swasembada energi melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi. Saat ini, PHE mengelola 24 persen blok migas yang ada di Indonesia dengan kontribusi terhadap lifting sebesar 69 persen minyak mentah domestik dan 37 persen gas domestik.
“PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016,” tegasnya.









Tinggalkan Balasan