Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui aktivitas eksplorasi yang berkelanjutan. Melalui afiliasinya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PHE berhasil menemukan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) pada pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur.
Di tengah keterbatasan area kerja, PHM konsisten melakukan kegiatan eksplorasi dengan mengadopsi konsep serta pendekatan geologi terkini. Pengeboran sumur MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration, sebagai quick win untuk dapat diproduksi lebih cepat dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat yang telah memasuki fase matang (mature field).
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature, juga berkat kolaborasi erat antara PHE dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM,” ujar Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, Rabu (31/12).
Muharam berharap temuan sumber daya kontijen Original Oil in Place (OOIP) yang diperkirakan sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) ini dapat segera dikembangkan. Produksi ini bakal berkontribusi pada lifting migas nasional demi mewujudkan swasembada energi dan ketahanan energi nasional.
Tekanan Tinggi
Sementara Sunaryanto, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, menyampaikan bahwa eksplorasi merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan energi.
“Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia,” ujar Sunaryanto.
Sumur MDP-1x berhasil dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus lapisan Formasi Yakin. Meski target utama Formasi Yakin hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi (high pressure), PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya yang menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Berdasarkan hasil uji alir (drill stem test/DST) pada zona SCS, yang merupakan hasil evaluasi lanjutan dari temuan sumur Manpatu-1x tahun 2022, terkonfirmasi bahwa reservoir karbonat dan batu pasir di zona tersebut memiliki kemampuan produksi yang baik. Dengan interval uji alir sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa blok migas yang telah memasuki fase matang masih memiliki potensi yang signifikan apabila dikelola melalui penerapan inovasi dan teknologi yang tepat,” ungkapnya.









Tinggalkan Balasan