Penandatanganan surat perjanjian penyesuaian harga gas antara PGN dan Pertamina EP dilakukan melalui mekanisme penandatanganan virtual, Rabu (20/5).

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina EP sepakat melakukan penyesuaian harga dalam perjanjian jual beli gas (PJBG). Kesepakatan itu dituangkan dalam Surat Perjanjian dalam Implementasi Atas Penyesuaian Harga Gas Bumi untuk Keperluan Proyek Sumatera Selatan–Jawa Barat dan Keperluan Pelanggan PGN Medan.

Penandatanganan surat perjanjian dilakukan oleh Direktur Komersial PGN, Fariz Aziz dan President Director Pertamina EP Nanang Abdul Manaf, melalui mekanisme virtual, Rabu (20/5). Disaksikan oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Kepala SKK MIgas, Dwi Sudjipto, dan Direktur Utama PGN, Suko Hartono.

Fariz menjelaskan, kerja sama ini dalam rangka untuk mendukung dan menindaklanjuti implementasi Peraturan Menteri ESDM 08/2020 tentang Tata Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Gas Industri ,dan Keputusan Menteri ESDM 89K/2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

“Oleh karena itu, PGN dan Pertamina EP sepakat untuk membuat dan pelaksanakan Surat Perjanjian ini sebagai perubahan PJBG,” ungkapnya.

Dengan demikian, PGN dan Pertamina EP sepakat mengubah harga gas pada PJBG sesuai Kepmen 89K/2020 menjadi US$ 4 per MMBTU dari harga awal US$ 5,33 per MMBTU, dengan volume 90 BBTUD. Surat Perjanjian ini berlaku efektif dalam jangka waktu 13 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2024. Sementara untuk PGN Medan, volume gas sebesar 7 BBTUD dan harga US$ 4 per MMBTU.

Menurut Fariz, harga penyesuaian tersebut berlaku sampai dengan berakhirnya jangka waktu penyesuaian Harga Gas Bumi dalam Kepmen 89K/2020. Setelah itu, harga gas bumi yang berlaku adalah sebagaimana yang dinyatakan dalam PJBG.

“Jangka waktu penyesuaian Harga Gas Bumi bisa diperjanjang, apabila ada keputusan lebih lanjut dari Menteri ESDM dan Pemerintah,” tambah Fariz.

Selanjutnya, secara bertahap penyesuaian harga gas di hilir akan dilaksanakan sejalan dengan semangat bahwa gas bumi dapat mendorong dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk tahapan waktu, akan disesuaikan dengan tahapan penyelesaian amandemen kontrak di hulu antara PGN dengan produsen. Dan pada saat bersamaan akan dilakukan juga pembahasan amandemen PJBG dengan pelanggan dan badan pengatur hilir migas untuk penentuan tarif toll fee.

Saat ini, pasar niaga gas bumi di Jawa Bagian Barat adalah pasar terbesar dan dilayani oleh integrasi infrastruktur sub holding gas. Pipa South Sumatra West Java (SSWJ) dibangun untuk mendukung kegiatan usaha niaga PGN di Jawa Bagian Barat dan Sumatera Bagian Selatan dengan mengoptimalkan penyaluran gas dari Pertamina EP Pagardewa, ConocoPhillips Indonesia Grissik, dan FSRU Lampung. Pipa SSWJ 1, SSWJ 2, Transmisi Jawa Barat Pertagas dan FSRU Lampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here