Jakarta, Petrominer – Hari ini, Rabu (13/5), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperingati Hari Ulang Tahun ke-55. Sebagai bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) dan sebagai Sub Holding Gas, PGN mengelola hampir 96 persen infrastruktur hilir gas bumi dengan penguasaan market share niaga sebesar 92 persen di Indonesia.
Perayaan ulang tahun kali ini ‘spesial’ karena dalam kondisi tak terduga yaitu pandemi Covid-19 yang cukup berdampak signifikan pada kinerja perusahaan. Meski begitu, PGN masih memiliki motivasi yang besar untuk terus melanjutkan proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan pelayanan gas bumi untuk seluruh sektor pelanggan dengan tetap mengutamakan safety dan efisiensi.
“Sebagai bagian dari BUMN, PGN senantiasa mendukung Pemerintah dalam mengimplementasikan peraturan perundangan yang berlaku dan PGN siap untuk menjalankan penugasan-penugasan yang diberikan oleh Pemerintah. Namun demikian, dalam pelaksanaan penugasan ini tetap harus mempertimbangkan keekonomian dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujar Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso.
Gigih menjelaskan, dengan kemampuan dan kinerja yang sehat, sumber daya dan upaya PGN ke depan difokuskan untuk mencapai target utilisasi dan porsi gas bumi dalam bauran energi nasional. Sebagaimana diamanatkan Pemerintah melalui Kebijakan Energi Nasional (KEN), porsi gas meningkat lebih dari dua kali lipat dan berkontribusi signifikan sebesar 22 persen dalam bauran energi nasional tahun 2025.
Hingga kini, PGN telah mengelola panjang pipa ±10.000 kilometer (km). Dari infrastruktur tersebut, PGN mendistribusikan gas bumi sebesar 3.000 BBTUD ke 2.475 pelanggan komersial industri dan pembangkit listrik serta 1.566 Pelanggan Kecil. Selain itu, PGN juga mengalirkan gas ke lebih dari 390.000 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan dana APBN maupun investasi mandiri PGN, serta 12 stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU).
“Pelanggan PGN tersebar di 59 kabupaten/ kota di Indonesia di 17 provinsi. Pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia itu dilaksanakan secara masif dan membutuhkan waktu yang cukup panjang,” ungkapnya.
Selain di hilir, PGN juga mengelola bisnis hulu lebih dengan kapasitas produksi mencapai 28.200 BOEPD (barel setara minyak per hari).
Menurut Gigih, sebagai Sub Holding Gas, PGN akan terus melakukan inisiatif dan terobosan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai segmen. Hal itu dilakukan melalui pembangunan berbagai infrastruktur gas bumi dalam rangka menjalan peran agent of development untuk peningkatan pemanfaatan dan memenuhi kebutuhan domestik gas bumi.
“Di usia yang semakin matang ini, PGN akan melakukan optimalisasi pasokan, infrastruktur, serta pengelolaan pasar di seluruh Indonesia, regional, dan pasar internasional sehingga akan meningkatkan utilisasi gas bumi untuk kepentingan nasional. PGN juga diharapkan bisa memasok gas dengan harga yang kompetitif dengan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha penyediaan gas bumi,” paparnya.
PGN berpeluang dapat mengembangkan bisnis-bisnis baru. Dengan harapan, ini dapat lebih meningkatkan volume gas yang berujung pada kompensasi untuk menjalankan penugasan-penugasan dari pemerintah dalam rangka bauran energi nasional.
“Masih terdapat ruang untuk pemanfaatan gas bumi yang dapat dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan gas bumi di wilayah baru dalam rangka pemerataan akses, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Gigih.

Jargas
Lebih lanjut, dia juga menyampaikan bahwa PGN senantiasa siap untuk melalui tantangan demi tantangan demi ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi nasional di era yang dinamis.
“PGN berkomitmen untuk menyukseskan berbagai program pemerintah terkait gas bumi, seperti program gasifikasi pembangkit listrik PLN, gasifikasi kilang Pertamina, transportasi, serta penyediaan gas untuk pengembangan kawasan industri. Namun, untuk merealisasikan program tersebut dibutuhkan investasi yang sangat besar,” jelas Gigih.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, terdapat major project berupa pembangunan infrastruktur pipa gas bumi dengan panjang pipa lebih dari 2.200 km. Penambahan infrastruktur pipa transmisi tersebut akan menstimulus pembukaan wilayah baru yang pada akhirnya akan meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, juga ditargetkan akan ada akumulasi penambahan sambungan jargas rumah tangga sebanyak 4 juta sambungan. PGN berkomitmen untuk tetap menjalankan program pemerintah pada pengembangan Jargas, mengingat Jargas adalah program prioritas mempertimbangkan dampak positif yang ditimbulkan bagi masyarakat dan negara.
“PGN tengah mengejar target penyelesaian jargas rumah tangga APBN. Terkait program KPBU untuk Jargas, saat ini program telah memasuki tahap kajian lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM dan direncanakan akan terealisasi dalam beberapa tahun ke depan,” ungkap Gigih.








Tinggalkan Balasan