Dengan ditekennya 5 Letter of Agrement (LoA) hari ini, Kamis (30/7), PGN Grup telah menandatangani 14 dokumen LoA untuk Kepmen ESDM 89.K/2020. Total LoA yang harus ditandatangani PGN Grup adalah 17 LoA. Sebanyak 14 LoA dengan PGN dan 3 LoA dengan Pertagas Grup.

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali menandatangani Letter of Agrement (LoA) tahap keempat dengan mitra produsen hulu. Kali ini, ada lima LoA yang ditandatangani, sehingga masih ada sisa tiga LoA lagi yang belum ditandatangani.

Direktur Utama PGN, Suko Hartono, menjelaskan bahwa sebagai sub holding gas PT Pertamina (Persero), PGN berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM No.89K tahun 2020 dan Kepmen ESDM No.91K tahun 2020.

“Kebijakan tersebut memberikan ruang lebih kepada industri tertentu dan sektor kelistrikan untuk menikmati harga gas yang lebih murah dan membantu efisiensi penggunaan energi di proses produksi,” ujar Suko usai menyaksikan seremonial penandatanganan LoA tersebut yang dilakukan secara virtual, Kamis (30/7).

Menurutnya, implementasi kedua Kepmen ESDM ini menjadi optimisme PGN untuk andil dalam membantu Pemerintah memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19.

“Kami melihat beberapa pelanggan yang sudah menikmati implementasi harga gas US$ 6 per MMBTU, dalam laporan kinerja Semester I-2020 ini, terlihat tumbuh cukup positif. Semoga hal ini terus berlanjut dan peningkatan volume gas bumi di sektor hilir dapat terwujud. Sehingga, kebijakan harga gas ini dapat meningkatkan daya saing, meningkatkan kapasitas produksi, menumbuhkan lapangan kerja dan ujungnya mengangkat perekonomian nasional,” ungkap Suko.

Dia juga menegaskan bahwa PGN komitmen menempatkan pembangunan infrastruktur dan penyediaan gas bumi untuk industri sebagai prioritas untuk mendorong petumbuhan industri dalam negeri di wilayah-wilayah baru, sehingga memberikan benefit bagi negara.

Berikut dokumen LoA antara PGN Grup dengan mitra produsen hulu, yakni ConocoPhillips Grissik Ltd (COPI) dan Minarak Brantas Gas Inc.:

  1. LoA antara ConocoPhillips Grissik Ltd dan PGN untuk kebutuhan Kontrak SSWJ dan implementasi Kepmen ESDM 89K dan Kepmen 91K/ 2020, dengan volume 355 BBTUD.
  2. LoA antara ConocoPhillips Grissik Ltd dan PGN untuk kebutuhan Kontrak Batam 1 (industri) dan implementasi Kepmen ESDM 89K dan Kepmen 91K/ 2020, dengan volume 18 BBTUD.
  3. LoA antara ConocoPhillips Grissik Ltd dan PGN untuk kebutuhan Kontrak Batam 3 dan implementasi Kepmen ESDM 91K/ 2020, dengan volume 33 BBTUD.
  4. LoA antara ConocoPhillips Grissik Ltd dan PGN untuk kebutuhan Kontrak Dumai dan implementasi Kepmen ESDM 89K/ 2020, dengan volume 6,3 BBTUD.
  5. LoA antara Minarak Brantas Gas Inc dan PT Pertagas Niaga & PGN untuk implementasi Kepmen ESDM 89K/ 2020, dengan volume 2,5 BBTUD.

Dengan demikian, PGN Grup telah menandatangani 14 dokumen LoA untuk Kepmen ESDM 89K/2020. Total LoA yang harus ditandatangani oleh PGN Grup adalah 17 LoA, dengan rincian 14 LoA dengan PGN dan 3 LoA dengan Pertagas Grup.

Menurut Direktur Komersial PGN, Faris Aziz, masih terdapat sisa tiga LoA yang belum ditandatangani. Hal ini akan dikoordinasikan secara intensif, agar dapat diselesaikan.

Faris menegaskan, PGN terus mengupayakan proses pembahasan dan kesepakatan LoA yang masih tersisa dalam progress untuk volume pasokan gas yang sudah tertera di Kepmen ESDM 89K/2020 dapat segera diselesaikan. Dengan begitu, penerapan Kepmen ESDM 89K/2020 kepada Pelanggan dapat berjalan penuh untuk peningkatan daya saing industri dan peningkatan jumlah tenaga kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here