Petugas memeriksa fasilitas penerima CNG atau Gaslink untuk memasok gas ke jargas di Semarang, Jawa Tengah. (Antara/Aji Setyawan)

Jakarta, Petrominer – Sejalan dengan upaya Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di tengah sentimen pandemi Covid-19, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi. Tingginya kebutuhan energi di dalam negeri menjadi peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, menyatakan bahwa di tengah perlambatan perekonomian global dampak dari pandemi Covid-19, PGN senantiasa berperan aktif dalam menopang ketahanan ekonomi dengan tetap melaksanakan penyaluran gas bumi guna memenuhi kebutuhan gas bumi dalam negeri bumi. Selama periode Januari-Maret 2020, PGN berhasil mempertahankan penyalurkan gas bumi sebesar 882 BBTUD.

“Pada triwulan I-2020, jumlah pelanggan tumbuh seiring dengan pertumbuhan industri, kelistrikan dan pembangunan jargas. PGN saat ini sebagai sub holding gas mengelola lebih dari 390 ribu pelanggan,” jelas Rachmat, Rabu (6/5).

Selain itu, paparnya, PGN juga komitmen menjalankan proyek-proyek strategis efisiensi energi dan mengurangi beban subsidi. Mulai dari gasifikasi kilang Pertamina, gasifikasi pembangkit listrik hingga pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga, sektor UMKM dan transportasi.

Di tengah kondisi pandemi COVID-19, PGN tengah menyelesaikan proyek pembangunan terminal LNG Teluk Lamong. Saat ini, progressnya sudah sekitar 90 persen dan siap diuji coba tak lama lagi.

“Nantinya, gas akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan gas di wilayah Jawa Timur, baik yang disalurkan melalui gas pipa maupun dalam bentuk retail LNG,” ujar Rachmat.

Saat ini, PGN menjalankan berbagai Peran Strategis BUMN sebagai revenue generator sekaligus agent of development dalam pengelolaan gas bumi. Peran-peran yang dijalankan diantaranya pembangunan dan pengoperasian infrastruktur hilir, jaringan pipa ±10.000 KM jaringan pipa, termasuk jaringan gas untuk melayani sektor rumah tangga sepanjang lebih dari 3800 km, tiga Receiving Terminal, dan SPBG yang menjangkau 17 Provinsi & 59 Kabupaten/ kota. PGN juga melakukan integrasi pengelolaan infrastruktur dan komoditas sehingga mampu menjadi energi yang kompetitif dan efisien.

Pada tahun 2024, PGN menargetkan pemenuhan energi bagi empat juta sambungan rumah tangga dan volume 1.800 BBTUD Niaga Domestik dapat diwujudkan untuk menyokong kebutuhan gas bumi domestik. Adapun penambahan infrastruktur gas untuk menunjang target tersebut yaitu 500 km pipa distribusi untuk eksisting dan perluasan wilayah, 528 KM pipa transmisi, tujuh LNG Filling Station untuk truk maupun kapal, lima FSRU, dan 34 Mini LNG untuk seluruh sektor pengguna gas bumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here