
Jakarta, Petrominer — PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui percepatan transisi energi, digitalisasi kelistrikan, serta peningkatan keandalan pasokan listrik. Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (27/10).
Mengusung tema “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia,” PLN menyatakan akan mendukung pemerataan akses energi sekaligus mendorong penggunaan energi bersih untuk menunjang pembangunan nasional.
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan perusahaan siap menerjemahkan arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke dalam perencanaan dan pelaksanaan program yang terukur. Salah satu agenda yang disorot adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) serta penyelesaian program dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita. Bersama dengan Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia, PLN harus menerjemahkan arah tersebut ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Suroso.
Selain mendorong transisi energi, PLN juga menekankan pentingnya mempercepat penanganan gangguan listrik yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Pasokan listrik yang andal dinilai berperan penting dalam mendukung kegiatan usaha, pelayanan rumah sakit, proses belajar, hingga operasional industri.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, PLN memetakan titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko serta memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan material. Perusahaan juga menyatakan akan memastikan setiap keluhan pelanggan ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.
Suroso mengakui petugas menghadapi berbagai kendala di lapangan, mulai dari medan sulit dan cuaca buruk hingga keterbatasan peralatan serta perjalanan panjang menuju lokasi gangguan. Namun, dia menegaskan bahwa percepatan pemulihan pasokan listrik harus menjadi bagian dari peningkatan layanan sehari-hari.
“Saya tidak ingin perjuangan ini hanya menjadi cerita di Hari Listrik Nasional, namun menjadi perubahan nyata dalam merespons kebutuhan masyarakat,” kata Suroso.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa peran listrik telah berkembang melampaui komoditas energi menjadi penopang kehidupan sosial dan pertumbuhan ekonomi. Melalui semangat “PLN Empower All,” perusahaan berupaya memastikan pasokan listrik mendukung kegiatan belajar, keberlangsungan usaha kecil, perkembangan industri, dan aktivitas rumah tangga.
“Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” ungkap Suroso.








Tinggalkan Balasan