, ,

PGN Gandeng JPEN Kembangkan Pasar Gas di Jawa Tengah

Posted by

Semarang, Petrominer – PT PGN Tbk., selaku Subholding Gas Pertamina, menandatangani Head of Agreement (HoA) kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) mengenai pengembangan pasar gas bumi di wilayah Jawa Tengah. Ini merupakan bagian dari upaya PGN dalam mewujudkan penyediaan gas bumi untuk Jawa Tengah.

Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto, mengatakan PGN terus melakukan upaya penyiapan infrastruktur penyaluran gas bumi sebagai milestone pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Tengah. Subholding Gas Pertamina juga terus berkomitmen dalam mengakselerasi pengembangan ekonomi Jawa Tengah dengan optimalisasi pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi.

“Sebagai pilihan utama, PGN telah mempersiapkan jaringan gas pipa untuk mengantarkan gas bumi sampai di lokasi pelanggan. Dan sebagai turunannya, PGN pun telah menyiapkan CNG dan LNG dengan moda beyond pipeline untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri, komersial, dan rumah tangga PGN di Jawa Tengah,” ujar Haryo usai menandatangani HoA dengan JPEN, Jum’at lalu (3/12).

Saat ini, menurutnya, PGN telah melayani 13.961 pelanggan rumah tangga yang tersebar di Kota Semarang dan Blora. Bersama JPEN, kerja sama ini diharapkan dapat menjangkau potensi pelanggan jargas rumah tangga sekitar 31.800 SR yang berlokasi di Kabupaten Cilacap, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Klaten, Kota Solo, dan DI Yogyakarta.

Untuk memenuhi dan mendorong pemanfaatan gas bumi di wilayah baru di Jawa Tengah, PGN akan menyediakan infrastruktur gas bumi melalui perluasan kapasitas SPBG sebagai CNG Hub dan jaringan pemasaran gas bumi. Sebagai wujud nyata dari upaya PGN tersebut, telah dilakukan optimalisasi SPBG Kaligawe yang berlokasi di wilayah Sayung dengan kapasitas 1 BBTUD yang dapat melayani kebutuhan untuk seluruh sektor pelanggan.

“Kerja sama ini juga penting untuk pelaksanaan research and development terkait teknologi dan infrastruktur yang akan kita gunakan dalam penyediaan gas serta utilisasi gas bumi, baik untuk pelanggan industri, komersial, dan rumah tangga di Jawa Tengah,” ungkap Haryo.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa research and development meliputi empat poin penting. Pertama adalah pengembangan infrastruktur gas bumi dengan moda kereta api milik PT KAI dan mini storage LNG untuk pelanggan rumah tangga, khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, seperti Cilacap, Yogyakarta, Solo, dan Klaten.

Kedua, pengembangan cold storage excess dari proses regasifikasi di mini storage LNG, yang akan dimulai dengan kajian kelayakan teknis dan keekonomian. Ketiga adalah pengembangan teknologi bottling atau tabung Vertical Gas Liquid (VGL) sebagai moda untuk menyalurkan LNG ke lokasi pelanggan PGN yang jauh dari gridline pipa gas distribusi.

Keempat adalah pemilihan infrastruktur dan teknologi untuk menginisiasi pola distribusi gas bumi di Provinsi Jawa Tengah melalui mekanisme sharing investasi dalam rangka penyerapan gas stranded source.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *