Komisaris Utama PGN, IGN Wiratmaja Puja, memimpin jalannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PGN di Jakarta, Jum'at (26/4). (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mempertahankan kinerja positif pada tahun lalu, baik dari sisi finansial maupun operasional. Selaku Subholding Gas, PGN terus berkomitmen memperkuat bisnis sektor gas di dalam negeri, sebagai langkah menapaki kompetisi di level lebih tinggi.

“Pada tahun lalu, PGN mencatatkan kinerja konsolidasi yang positif. Dari sisi pendapatan mencapai US$ 3,87 miliar, dengan EBITDA sebesar US$ 1,20 miliar,” ujar Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019, Jum’at (26/4).

Menurut Gigih, total aset yang dikelola PGN mencapai US$ 7,94 miliar. Dari kinerja konsolidasi secara operasional, pada sisi hulu PGN menorehkan catatan lifting minyak dan gas bumi sebesar 39.213 BOEPD, sedangkan pengelolaan bisnis hilir meliputi niaga gas sebesar 962 BBTUD, transmisi gas sebanyak 2.101 MMSCFD, dan bisnis hilir lainnya 210 BBTUD.

Pada tahun 2018, PGN secara konsolidasian menghasilkan laba operasi sebesar US$ 645 juta yang meningkat dibandingkan tahun 2017 yang sebesar US$ 515 juta. Hasil positif itu didorong peningkatan dari sisi pendapatan yang sebesar US$ 3,8 miliar, melejit dari posisi US$ 3,5 miliar pada periode sebelumnya.

“Alhasil, posisi keuangan PGN pun kian kuat. Apalagi, laba bersih yang tercatat menembus angka US$ 305 juta, naik signifikan dibandingkan US$ 197 juta pada tahun 2017,” jelasnya.

Kinerja keuangan inipun diganjar penilaian yang stabil oleh berbagai lembaga pemeringkat utang. Secara keseluruhan, kondisi keuangan PGN masih dinilai stabil, tidak buruk selama tahun lalu.

Secara lebih detil, kinerja keuangan yang menghijau itu ditopang geliat operasional. PGN selama tahun lalu, berhasil meningkatkan volume distribusi gas, dari posisi 894 BBTUD, naik 8 persen menjadi 962 BBTUD pada tahun 2018.

Sedangkan untuk transmisi gas, PGN mencetak volume sebesar 2.101 MMSCFD, lebih besar dibandingkan 2.078 MMSCFD volume transmisi gas tahun 2017.

Peningkatan operasi bisnis tersebut tak lepas dari ekspansi pelayanan yang digarap PGN. Hingga tahun lalu, tercatat jumlah pelanggan distribusi gas mencapai 325.914, naik dari posisi 299.766 pada tahun 2017, terlebih lagi adanya lompatan kenaikan jumlah pelanggan sejak tahun 2014 yang hanya sebesar 96.049.

Saat ini, jelas Gigih, PGN mempunyai lini bisnis pipanisasi Gas, CNG, dan LNG. PGN hadir melalui produk antara lain Sinergi yang menyasar segmen pelanggan industri dan komersial, Gas Kita untuk pelanggan rumah tangga, Gas Link untuk pengguna CNG atau LNG, serta GasKu yang melayani sektor transportasi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here